Sabtu, 9 Mei 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Penuh Kontroversi, Ini Rangkuman 100 Hari Pertama Trump Kembali Pimpin AS

Seratus hari pertama pemerintahan Donald Trump di masa jabatan keduanya kembali ke Gedung Putih menjadi periode yang penuh dengan kontroversi. 

Tayang:
Tangkapan layar YouTube White House
PRESIDEN AMERIKA SERIKAT - Tangkapan layar YouTube White House yang diambil pada Selasa (15/4/2025) memperlihatkan Donald Trump memberikan ucapan selamat Paskah pada 13 April 2025. Seratus hari pertama pemerintahan Donald Trump di masa jabatan keduanya kembali ke Gedung Putih menjadi periode yang penuh dengan kontroversi.  

Ini membuat banyak pihak meragukan keberlanjutan kebijakan ini.

3. Klaim atas Wilayah Krimea

Dalam pertemuan-pertemuan internasional, Trump sempat menyatakan bahwa Ukraina sebaiknya mengakui otoritas Rusia atas wilayah Krimea yang telah dicaplok sejak 2014. 

Pernyataan ini mendapatkan kecaman keras, baik dari pemerintah Ukraina maupun sekutu-sekutu Eropa AS. 

Meskipun Trump berpendapat bahwa pernyataan tersebut realistis, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa Krimea adalah bagian dari Ukraina dan tidak dapat dipertaruhkan.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan, itu tanah kami, tanah rakyat Ukraina," kata Zelensky.

4. Krisis di Gaza dan Rencana Pemindahan Warga Palestina

Trump juga ingin mengklaim keberhasilan dalam gencatan senjata yang dimulai pada perang Israel-Hamas.

Namun kenyataannya lebih dari 2.000 warga Palestina telah tewas setelah gencatan senjata sementara berakhir.

Dalam hal ini, Trump mengusulkan untuk memindahkan warga Palestina dari Jalur Gaza dan menjadikan wilaya tersebut sebagai sebuah resor mewah yang ia sebut sebagai 'Riviera Timur Tengah'.

Tindakan ini mendapat kecaman luas dari masyarakat Internasional.

5. PHK Massal

Di bawah arahan Elon Musk, penasihat pemerintahannya, Trump memimpin pemangkasan besar terhadap jumlah pegawai federal.

Diperkirakan lebih dari 280.000 pekerja hilang.

Termasuk lebih dari 60.000 pemecatan langsung dan 75.000 lainnya yang menerima tawaran pengunduran diri.

Kebijakan ini menimbulkan kritik tajam karena dapat memperburuk pelayanan publik dan mengurangi efektivitas administrasi negara.

6. Deportasi Lebih dari 139.000 Orang

Salah satu kebijakan utama pemerintahan Trump adalah penegakan keras terhadap imigrasi ilegal.

Pada 100 hari pertama, lebih dari 139.000 orang yang berada di AS tanpa izin resmi telah dideportasi.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved