Senin, 1 September 2025

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1172, Putin Tolak Gencatan Senjata, Starmer: Moskow Halangi Perdamaian

Presiden Rusia Vladimir Putin menolak seruan gencatan senjata selama 30 hari yang diajukan Ukraina dan para pemimpin Eropa.

Kremlin
PUTIN BERPIDATO - Foto diambil dari Kantor Presiden Rusia, Selasa (22/4/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara setelah pertemuan Dewan Negara Tertinggi Negara Persatuan dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko (tidak terlihat di foto) di Minsk pada 6 Desember 2024. Presiden Rusia Vladimir Putin menolak seruan gencatan senjata selama 30 hari yang diajukan Ukraina dan para pemimpin Eropa. 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.172 pada Minggu (11/5/2025), apa saja peristiwa terbaru yang terjadi?

Presiden Rusia Vladimir Putin menolak seruan gencatan senjata selama 30 hari yang diajukan Ukraina dan para pemimpin Eropa.

Para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Polandia melakukan kunjungan bersejarah ke Kyiv, Ukraina, akhir pekan lalu.

Serangan udara Rusia ke wilayah Ukraina masih terus menelan korban sipil.

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.172:

  • Putin Tolak Gencatan Senjata, Starmer: Moskow Halangi Perdamaian

Presiden Rusia Vladimir Putin menolak seruan gencatan senjata selama 30 hari yang diajukan Ukraina dan para pemimpin Eropa.

Gencatan senjata itu sedianya dimulai pada Senin, namun Moskow bersikeras tidak akan tunduk pada ultimatum Barat.

Alih-alih menerima permintaan tersebut, Putin mengusulkan perundingan langsung dengan Kyiv yang dijadwalkan berlangsung di Istanbul pada Kamis pekan ini.

"Kami tidak mengesampingkan bahwa selama perundingan ini kami akan dapat menyetujui gencatan senjata baru," kata Putin pada Minggu (11/5/2025), seperti dikutip dari The Guardian.

Penolakan Rusia terhadap gencatan senjata ini memicu reaksi dari pemimpin oposisi Inggris, Keir Starmer.

Baca juga: Di Tengah Perang Rusia-Ukraina, Putin Akan Berpidato pada Hari Kemenangan Tahunan Termegah

Ia menegaskan hanya Rusia yang kini menjadi penghalang utama bagi terciptanya perdamaian.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa hanya Rusia yang menjadi penghalang utama tercapainya perdamaian di Ukraina.

Pernyataan ini ia sampaikan saat melakukan kunjungan ke Kyiv, Ukraina, pada Sabtu.

Menurut Starmer, komunitas internasional menunjukkan persatuan yang mutlak dalam mendukung Ukraina menghadapi invasi Rusia.

“Tidak ada keraguan bahwa hanya ada satu negara yang menghalangi perdamaian, dan itu adalah Rusia,” kata Starmer seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (10/5/2025).

Ia juga menyampaikan bahwa Inggris bersama negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat, secara kolektif menyerukan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin agar menghentikan perang.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan