Sabtu, 30 Agustus 2025

Ujian Ketulusan Berujung Pilu, Calon Mempelai Pria Ini Menghilang di Hari H Pernikahan

Pada hari H, mempelai pria bahkan keluarganya tidak datang di lokasi pernikahan hingga diketahui mereka liburan pakai uang yang seharusnya buat mahar

|
Editor: Eko Sutriyanto
iStockphoto
ILUSTARSI PERNIKAHAN - Pernikahan seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan. Tapi tidak bagi wanita bermarga Gao dari Provinsi Hunan Tiongkok yang harus menelan pil pahit ketika calon suaminya menghilang tanpa jejak di hari pernikahan gara-gara ujian ketulusan 

TRIBUNNEWS.COM, TIONGKOK  – Pernikahan seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan.

Tapi tidak bagi wanita bermarga Gao dari Provinsi Hunan Tiongkok yang harus menelan pil pahit ketika calon suaminya menghilang tanpa jejak di hari pernikahan.

Padahal, mahar siap ditambah sesuai permintaan keluarga mempelai wanita namun endingnya bikin pilu.

Bagaimana cerita lengkapnya? 

Dilansir dari Sanook, kisah ini viral di media sosial Tiongkok ini memicu perdebatan nasional soal tradisi mahar dan uji mental menantu yang kerap dianggap sebagai ‘ujian’ sebelum pernikahan.

Sebelumnya, kedua keluarga telah sepakat untuk menikah dengan mahar sebesar 168.000 yuan (sekitar Rp380 juta). 

Namun, sehari sebelum hari H, ibu dari mempelai wanita menelepon dan meminta tambahan 60.000 yuan (sekitar Rp135 juta) yang disebut sebagai biaya keluar mobil mempelai wanita.

Baca juga: Kronologi Pengantin Pria di Palembang Dibacok: Korban Dikira Dikejar Polisi usai Ada Suara Tembakan

Tanpa keberatan, sang pengantin pria menyetujui permintaan itu bahkan tanpa banyak tanya. 

Keluarga mempelai wanita pun menyangka acara akan berjalan lancar.

Namun, pada hari yang dinanti, tidak satu pun anggota keluarga mempelai pria muncul di lokasi pernikahan

Bahkan sang mempelai pria menghilang tanpa pemberitahuan.

Keluarga mempelai wanita menunggu dengan bingung dan kecewa.

Belakangan terungkap, mempelai pria justru mengajak keluarganya liburan diam-diam, membiayai seluruh perjalanan mereka dari uang mahar yang seharusnya diberikan untuk mempelai wanita.

Cuma Tes  Tapi Balasannya Mengejutkan

Gao, mempelai wanita, menjelaskan bahwa permintaan tambahan mahar bukan karena butuh uang, melainkan hanya ingin "menguji ketulusan" sang calon suami tapi hasilnya jauh dari ekspektasi.

"Tanggapannya sangat mengejutkan dan membuat kami malu. Dia seperti menghukum kami," ujar Gao yang merasa dikhianati dan ditinggalkan begitu saja.

Kini, sang pria tidak menunjukkan niat untuk melanjutkan pernikahan, dan komunikasi antar keluarga pun terputus.

Netizen Terbelah: Balas Dendam atau Putus yang Bijak?

Kisah ini menjadi viral di media sosial Tiongkok. Sebagian mengkritik pengantin pria karena memilih kabur tanpa penjelasan.

Namun tak sedikit pula yang mendukung tindakannya sebagai bentuk penolakan terhadap praktik mahar yang dianggap transaksional dan penuh tekanan sosial.

“Kalau hubungan dimulai dengan permintaan tanpa batas, lebih baik putus di awal,” tulis salah satu komentar populer.

Bukan Kasus Pertama: Mahar Fantastis yang Membebani

Peristiwa ini mengingatkan pada kisah lain dari seorang pemuda Shanghai bernama Nan, yang berniat menikahi pacarnya dari Jiangxi.

Ia sudah menyiapkan mahar 1 juta yuan, properti di pusat kota, dan hadiah lainnya.

Namun keluarganya justru dituntut lebih jauh: uang tunai 18,88 juta yuan (Rp130 miliar lebih), rumah atas nama istri, unit rumah tambahan di kampung, tiket pesawat kelas satu, emas, perhiasan, serta angpao 100.000 yuan untuk tiap kerabat.

Akhirnya, Nan memutuskan untuk mengakhiri hubungan secara resmi, meskipun sang pacar mencoba bernegosiasi ulang.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan