Konflik Palestina Vs Israel
Israel Bombardir Rumah dan Rumah Sakit, Media Gaza Teriak: Ini Genosida!
Israel bombardir rumah dan rumah sakit di Gaza, media pemerintah sebut ini genosida. Warga terpaksa mengungsi di tengah kehancuran total.
TRIBUNNEWS.COM - Serangan Israel ke Jalur Gaza kian brutal dan tanpa ampun.
Rumah-rumah penduduk dibombardir, rumah sakit jadi sasaran, dan warga sipil terpaksa mengungsi dalam kepanikan.
Kantor media pemerintah Gaza menyebut tindakan Israel sebagai bukti terang-terangan bahwa Israel tengah menjalankan genosida sistematis.
“Perilaku brutal seperti itu tidak menyisakan keraguan mengenai niat yang disengaja dari pendudukan untuk melakukan genosida yang terorganisasi,” tegas pernyataan kantor tersebut, dikutip dari Al Jazeera.
Tak hanya itu, mereka menyebut Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, dan Prancis sebagai kaki tangan Israel.
Gaza pun mendesak PBB serta organisasi hak asasi manusia bertindak segera.
“Sejarah tidak akan memaafkan,” tambah pernyataan itu.
“Hati nurani dunia sedang menghadapi ujian kritis.”
92 Persen Rumah di Gaza Rusak atau Hancur
Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan.
Menurut Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), sekitar 92 persen rumah di Gaza telah rusak atau hancur.
Baca juga: Ditekan Masyarakat Global, Israel Buka Blokade Pangan Gaza Pakai Skema Baru
“Banyak orang telah mengungsi berkali-kali, dan tempat berlindung sangat terbatas,” tulis UNRWA di platform X.
UNRWA juga menegaskan bahwa pengepungan terhadap Gaza harus dihentikan, menyebut kehancuran yang terjadi sebagai hal yang “tidak terbayangkan”.
160 Serangan dalam 24 Jam, RS Jadi Target
Militer Israel mengklaim telah melancarkan lebih dari 160 serangan dalam 24 jam terakhir, menghantam berbagai lokasi di seluruh Gaza.
Mereka menyebut targetnya adalah peluncur roket dan depot senjata.
Realita di lapangan menunjukkan rumah warga dan fasilitas kesehatan tak luput dari serangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PENGUNGSI-GAZA-ke-Indonesia.jpg)