Pasang Badan soal PHK Massal di Petronas, PM Malaysia: Kebanyakan yang Dipecat Pekerja Kontrakan
, Anwar menegaskan bahwa pengurangan jumlah karyawan merupakan bagian dari proses right-sizing dalam tubuh Petronas
Sebagai sumber pendapatan utama Malaysia, Petronas menyumbang sekitar 10 persen dari penerimaan negara pada 2024 melalui dividen dan pajak.
Penurunan kinerja perusahaan berimbas langsung pada anggaran infrastruktur, pendidikan, dan program sosial nasional.
Dampak Sosial dan Ekonomi PHK Massal di Petronas
Meski PHK massal ditujukan untuk menjaga keberlanjutan bisnis, langkah ini menuai kritik.
Sebelumnya, sejumlah media lokal Malaysia telah memberitakan rencana pemotongan karyawan sejak Februari 2025, dengan alasan perubahan komposisi kontrak bagi hasil produksi yang mengurangi bagian laba Petronas.
Kini, keputusan tersebut menjadi kenyataan, mengingatkan dunia bahwa bahkan raksasa energi negara pun harus beradaptasi dengan realitas ekonomi yang tidak menentu.
Sebelumnya, Anwar Ibrahim juga telah menegaskan pemerintah tidak tinggal diam.
Ia menyebutkan program pelatihan ulang dan dukungan transisi karier akan disiapkan untuk pekerja terdampak.
Namun, detail skema dari program tersebut belum diungkapkan lebih jauh oleh pemerintah Malaysia hingga kini.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PETRONAS-LAKUKAN-PHK-Papan-yang-menunjukkan-logo-perusahaan-migas-Malaysia-Petrona.jpg)