4 Fakta Builder AI Bangkrut: Sebagian Besar Coding Dibuat secara Manual oleh 700 Pekerja di India
Perusahaan rintisan yang dulu dipuji karena bermitra dengan Microsoft, kini bangkrut. Terungkap bahwa proses coding dilakukan oleh 700 karyawan.
Natasha menjanjikan pengalaman pengguna yang lancar dan didukung kecerdasan buatan.
Namun, di balik promosi yang menjanjikan ini, kenyataannya tidak sepenuhnya otomatis.
Sebagian besar proses coding justru dijalankan oleh sekitar 700 teknisi manusia di India, bukan oleh AI.
"Semua ini tampak seperti kecerdasan buatan sungguhan—kecuali sebenarnya tidak ada yang benar-benar seperti itu," tulis pendiri Ebern Finance, Bernhard Engelbrecht, di X pada Senin (2/6/2025).
Pada tahun 2019, The Wall Street Journal mengungkap kesenjangan besar antara klaim pemasaran dan kenyataan teknis, dengan menyatakan bahwa AI yang digembar-gemborkan Builder.ai sebenarnya lebih banyak digunakan untuk pencitraan merek, bukan sebagai teknologi revolusioner.
Dalam artikelnya disebutkan: “Semuanya dikerjakan oleh teknisi (manusia), tidak ada AI.”
4. Perombakan Kepemimpinan dan PHK Massal
Dalam upaya menyelamatkan kepercayaan investor, CEO Manpreet Ratia sempat mengambil alih kepemimpinan dari pendiri Sachin Dev Duggal awal tahun ini.
Namun, pergantian kepemimpinan itu dinilai sudah terlambat.
Ratia mengonfirmasi bahwa sebagian besar karyawan telah diberhentikan, dan operasional perusahaan kini telah terhenti.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilderai-perusahaan-rintisan-yang-dulu-dipuji-karen.jpg)