Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelensky: Putin Bohongi Trump soal Niat Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Presiden Ukraina Zelensky mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin membohongi Donald Trump soal niat mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin membohongi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan tidak menunjukkan keinginan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Zelensky menyalahkan Donald Trump yang seharusnya memahami permainan Putin.
"Rusia hanya berbohong kepada Trump," kata Zelensky dalam wawancara dengan Axel Springer dari Global Reporters Network, Rabu (11/6/2025).
Menurutnya, Putin hanya bisa membohongi Trump tapi tidak dengan dia dan mitra Baratnya.
"Sebagian besar kepala negara dan pemerintahan sependapat dengan saya, dan saya sangat berharap Amerika melihat dan memahami hal ini. Itulah hal yang paling penting. Bagaimana Anda menanggapinya adalah keputusan Amerika," katanya.
Zelensky menekankan bahwa AS memiliki kekuatan untuk menghentikan perang.
"Putin tidak mengerti apa pun kecuali kekuatan, dan Amerika memiliki kekuatan itu," kata Zelensky.
Ia juga menekankan Donald Trump menyadari Kremlin tidak sepenuhnya tulus tentang mengakhiri perang.
Presiden Ukraina itu mengatakan Rusia hanya dapat menang jika Barat meninggalkan Ukraina.
Menurut pendapatnya, penarikan diri AS dari perang akan menjadi skenario ideal bagi Putin.
Mengenai sanksi, Zelensky mengkritik lambatnya penerapan sanksi, yang menurutnya memungkinkan Putin beradaptasi, khususnya dalam hal ekonomi dan industri militer Rusia.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1205: Ukraina Terima Jenazah 1.212 Tentara
"Putin merasa ekonominya sedang terpuruk sekarang. Namun, ia ingin mengulur waktu sebelum sanksi yang lebih keras diberlakukan, karena ia merasa dapat bertahan sedikit lebih lama," kata Zelensky, seraya menekankan sanksi harus segera diterapkan.
Ia menyimpulkan dengan menekankan bahwa dukungan yang lebih besar untuk Ukraina akan menyelamatkan nyawa.
"Orang-orang bukanlah kayu bakar yang dapat dilemparkan ke dalam api. Kami tidak memperlakukan orang-orang kami sebagaimana orang Rusia memperlakukan mereka," imbuh presiden, seperti diberitakan News Ukraine.
Ketika ditanya tentang pertengkaran antara pemimpin AS dan Ukraina di Ruang Oval pada bulan Februari lalu, Zelensky menjawab dia tidak percaya insiden itu telah membuat mereka lebih dekat, sambil menekankan hal itu sekarang sudah berlalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Volodymyr-Zelensky-658757856775767.jpg)