Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Abbas Araghchi: Iran Punya Hak Bela Diri, Semua Opsi Terbuka Hadapi Serangan Amerika

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam keras serangan militer Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir di Iran pada Sabtu (21/6/2025).

Tangkap layar YouTube TRT WORLD
ABBAS ARAGHCHI. - Tangkap layar dari YouTube TRT World, Selasa (22/4/2025). Dalam wawancara eksklusif satu lawan satu, Frank Ucciardo dari TRT World berbicara kepada Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada 27 September 2018. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam keras serangan militer Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir di Iran pada Sabtu (21/6/2025), malam, waktu setempat. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengecam keras serangan militer Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir di Iran pada Sabtu (21/6/2025), malam, waktu setempat.

Ia menegaskan bahwa Teheran memiliki hak penuh untuk membela diri.

Dalam pernyataan publik pertamanya sejak serangan tersebut, Araghchi menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan menyatakan bahwa semua opsi kini terbuka bagi Iran.

"Amerika Serikat, anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah melakukan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dengan menyerang instalasi nuklir damai Iran," ujar Araghchi melalui media sosial resmi pemerintah, dikutip dari Al Jazeera.

Ia memperingatkan bahwa AS akan menerima konsekuensi yang besar atas agresi ini.

"Peristiwa pagi ini sangat keterlaluan dan akan menimbulkan konsekuensi yang kekal. Setiap anggota PBB harus waspada terhadap perilaku yang sangat berbahaya, melanggar hukum, dan kriminal ini," jelasnya.

Iran Siap Tanggapi Serangan AS

Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam.

"Sesuai dengan Piagam PBB dan hak sah untuk mempertahankan diri, Iran memiliki semua pilihan untuk melindungi kedaulatan, kepentingan nasional, dan rakyatnya,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim keberhasilan atas serangan militer yang diluncurkan pada Sabtu malam waktu AS. 

Serangan itu menargetkan tiga fasilitas nuklir penting Iran: Fordow, Natanz, dan Esfahan.

Trump mengklaim bahwa “fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah hancur total” dan menggambarkan operasi itu sebagai “momen bersejarah bagi Amerika Serikat, Israel, dan dunia.”

Baca juga: Iran Membalas, Luncurkan Puluhan Rudal ke Israel, Ledakan dan Kobaran Api Terlihat di Kota Haifa

Iran Bantah Klaim Trump: Fordow Tidak Rusak Parah

Sebelumnya, pejabat Iran juga membantah klaim Trump. 

Mahdi Mohammadi, penasihat Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa fasilitas Fordow telah lama dievakuasi dan tidak mengalami kerusakan permanen.

“Dua hal yang pasti: pengetahuan tidak bisa dibom, dan penjudi akan kalah kali ini,” kata Mohammadi melalui media sosial.

Markas Besar Manajemen Krisis Provinsi Qom juga menegaskan tidak ada bahaya bagi warga sekitar. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan