Konflik Iran Vs Israel
7 Opsi Bagi Iran Pasca Serangan AS: Bergerak dalam Senyap hingga Ganggu Pasokan Minyak
A da 7 kemungkinan pilihan bagi Iran menanggapi serangan AS terhadap fasilitas nuklir kemarin.
Penulis:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Amerika Serikat (AS) menyerang Iran pada Minggu (22/6/2025) dengan menargetkan tiga fasilitas nuklir yang berada di Isfahan, Natanz, dan Fordow.
Serangan sporadis yang dijuluki Operasi Midnight Hammer itu mengerahkan 7 pesawat pembom siluman B-2 Spirit yang terbang non-stop dari pangkalannya
Presiden AS Donald Trump mengklaim serangan AS telah menyebabkan kerusakan parah terhadap tiga fasilitas nuklir Iran.
"Kerusakan besar telah terjadi di semua lokasi nuklir Iran seperti yang ditunjukkan oleh citra satelit. Kehancuran adalah istilah yang akurat," tulis Trump di akun Truth Social, Senin (23/6/2025).

Iran belum mengungkapkan seberapa besar kerusakan yang dideritanya dalam serangan AS tersebut.
Kendati demikian ada 7 kemungkinan pilihan bagi Iran menanggapi serangan AS tersebut yakni :
1. Melanjutkan Perundingan Nuklir
Iran awal tahun ini terlibat dalam perundingan dengan AS untuk menemukan penyelesaian damai atas pertikaian mengenai program nuklirnya tetapi gagal.
Iran minggu lalu mengesampingkan perundingan lebih lanjut sementara Israel melanjutkan serangannya.
Titik kritis utama dalam perundingan nuklir adalah pengayaan uranium.
Posisi AS adalah bahwa Iran tidak boleh diizinkan melakukan pengayaan apa pun, yang dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir.
Iran mengatakan tidak akan pernah menyetujui hal itu dan bahwa mereka hanya mengupayakan pengayaan untuk tujuan damai.
2. Menggalang Dukungan Diplomatik Melawan AS
Iran akan tetap melakukan ini.
Jelas dari pernyataan awal Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi bahwa serangan AS dikutuk sebagai pelanggaran hukum internasional dan dengan seruan kepada Piagam PBB dan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
Kecaman Iran mungkin juga disuarakan oleh negara-negara lain seperti Cina dan Rusia, yang memiliki hubungan dekat dengan Iran.
Namun, Amerika Serikat dapat memveto resolusi Dewan Keamanan PBB dan mungkin juga mendapat dukungan dari sekutu-sekutu Barat.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.