Konflik Iran Vs Israel
Segitiga Konflik Israel vs Iran vs AS, Ini 8 Pangkalan Militer Utama Amerika Serikat di Timur Tengah
Amerika menyerang fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan pada Minggu (22/6/2025), tepat kala konflik Israel vs Iran memasuki hari ke-10.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Konflik Israel vs Iran kini mulai menyeret keterlibatan Amerika Serikat AS), setelah negara yang dipresideni Donald Trump itu menyerang tiga fasilitas nuklir Iran.
Amerika Serikat menyerang fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan pada Minggu (22/6/2025), tepat kala konflik Israel vs Iran memasuki hari ke-10.
Dalam serangan ini, AS diyakini menggunakan tipe bom 'bunker busters' yang dirancang untuk menghancurkan bunker bawah tanah yang dalam atau senjata yang terkubur dengan baik di fasilitas yang sangat terlindungi.
Seorang pejabat AS yang tak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa beberapa bom penghancur bunker seberat 30.000 pon dijatuhkan di Fordow, dikutip dari Telegraph.
Ini adalah kali pertama AS menggunakan senjata tersebut.

Pejabat AS lain menyebut, enam pengebom B-2 menjatuhkan 12 bom penghancur bunker di Fordow, dan kapal selam Angkatan Laut menembakkan 30 rudal jelajah ke Natanz dan Isfahan.
Satu pengebom B-2 juga menjatuhkan dua bom penghancur bunker di Natanz.
Serangan terhadap tiga fasilitas nuklir ini jelas akan memicu serangan balasan oleh Iran, dan AS pun kini bersiaga.
Peringatan Keras dari Iran
Dikutip dari Independent, Teheran sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras kepada Washington bahwa mereka akan menanggapi dengan tegas jika terjadi serangan langsung AS yang menyerang Iran.
"Amerika harus tahu bahwa setiap intervensi militer AS niscaya akan disertai dengan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki," kata Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam pidato yang disiarkan televisi pada Rabu (18/6/2025).
"AS terlibat dalam masalah ini [perang] dan 100 persen merugikan dirinya sendiri. Kerusakan yang akan dideritanya akan jauh lebih besar daripada kerugian yang mungkin dialami Iran."
AS telah lama memiliki pangkalan militer utama di negara-negara Teluk Arab.
Pekan lalu, AS telah memindahkan beberapa pesawat dan kapal yang mungkin rentan terhadap kemungkinan serangan Iran dan membatasi akses ke instalasi terbesarnya, Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.
Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Amerika Serikat memiliki sejumlah pangkalan militer utama di wilayah Timur Tengah, berikut rinciannya, dikutip dari TRT World dan Independent:
1. Bahrain
Bahrain menjadi rumah bagi markas besar Fifth Fleet atau Armada Kelima Angkatan Laut AS.
Wilayah tanggung jawabnya meliputi kawasan Teluk, Laut Merah, Laut Arab, dan sebagian Samudra Hindia.
2. Qatar
Memiliki luas 24 hektar, Pangkalan Udara Al Udeid merupakan pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah dan dapat menampung 10.000 tentara.
Terletak di padang pasir di luar ibu kota Doha, Al Udeid menjadi markas terdepan Komando Pusat AS yang mengarahkan operasi militer AS di wilayah yang membentang dari Mesir di barat hingga Kazakhstan di timur.
3. Kuwait
Di Kuwait, ada beberapa instalasi militer yang meliputi Kamp Arifjan, markas terdepan Pusat Angkatan Darat AS dan Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Letaknya sekitar 40 kilometer dari perbatasan Irak dan dikenal sebagai "The Rock" karena lingkungannya yang terisolasi dan terjal.
Kamp Buehring didirikan selama Perang Irak 2003 dan merupakan pos persinggahan bagi unit Angkatan Darat AS yang dikerahkan ke Irak dan Suriah, menurut situs web Angkatan Darat AS.
4. Uni Emirat Arab
AS memiliki Pangkalan Udara Al Dhafra yang terletak di sebelah selatan ibu kota UEA Abu Dhabi dan digunakan bersama Angkatan Udara UEA,
Pangkalan ini merupakan pusat Angkatan Udara AS yang penting yang telah mendukung misi-misi utama melawan Daesh, serta pengerahan pengintaian di seluruh wilayah, menurut Komando Pusat Angkatan Udara AS.
Ada pula Pelabuhan Jebel Ali di Dubai, yang meskipun bukan pangkalan militer formal, merupakan pelabuhan persinggahan Angkatan Laut AS terbesar di Timur Tengah.
Pelabuhan ini secara rutin menampung kapal induk AS dan kapal-kapal lainnya.
5. Irak
Di Provinsi Anbar barat, Irak, AS membangun Pangkalan Udara Ain Al Asad.
Mereka mendukung pasukan keamanan Irak dan berkontribusi pada misi NATO, menurut informasi resmi dari Gedung Putih.
Namun, pada 2020 silam, pangkalan tersebut menjadi target serangan rudal Iran sebagai balasan atas pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh AS.
Kemudian, ada Pangkalan Udara Erbil yang berada di wilayah semi-otonom Kurdistan di Irak Utara dan berfungsi sebagai pusat bagi pasukan AS dan koalisi yang melakukan latihan bersama maupun latihan tempur.
Berdasarkan informasi dari kongres, pangkalan ini juga menyediakan lokasi yang aman untuk pembagian intelijen dan koordinasi logistik di Irak utara.
6. Arab Saudi
Menurut laporan Gedung putih, jumlah tentara AS di Arab Saudi pada 2024 lalu tercatat 2.321 personel.
Mereka berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi, menyediakan kemampuan pertahanan udara dan rudal serta mendukung pengoperasian pesawat militer AS.
Beberapa personel tentara ditempatkan sekitar 60 kilometer selatan Riyadh, di Pangkalan Udara Prince Sultan, yang mendukung aset pertahanan udara Angkatan Darat AS termasuk baterai rudal Patriot dan sistem Terminal High Altitude Area Defense.
7. Yordania
Terletak di Azraq, 100 kilometer timur laut ibu kota Amman, Pangkalan Udara Muwaffaq al Salti menjadi rumah bagi Sayap Ekspedisi Udara ke-332 (332nd Air Expeditionary Wing) Angkatan Udara AS, yang terlibat dalam misi di seluruh wilayah Levant.
8. Mesir
AS tidak memiliki pangkalan tempur utama di Mesir, tetapi ada sejumlah fasilitas militer yang ditempatkan di negara tersebut.
Unit Penelitian Medis Angkatan Laut Tiga (Naval Medical Research Unit Three) bermarkas di Kairo, melakukan penelitian tentang penyakit menular dan pencegahannya, sekaligus menjadi laboratorium luar negeri terbesar milik Departemen Pertahanan AS.
(Tribunnews.com/Rizki A.)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.