Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Trump Serang Iran, Dubes AS Ancam Balasan Mengerikan jika Teheran Melawan Lagi

Dubes AS Dorothy Shea ancam Iran: serangan lanjutan terhadap warga atau pangkalan AS akan dibalas secara menghancurkan.

Freepik
AMERIKA SERIKAT - Duta Besar AS untuk PBB, Dorothy Shea, memperingatkan Iran dalam sidang darurat DK PBB: "Setiap serangan akan dibalas menghancurkan." 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Dorothy Shea menegaskan Iran agar tidak meningkatkan aksi militer mereka terhadap Negeri Paman Sam.

Menurut Dorothy, serangan lanjutan dari Iran dalam bentuk apapun akan dibalas AS dengan serangan yang lebih menghancurkan.

"Setiap serangan Iran, langsung atau tidak langsung terhadap warga Amerika atau pangkalan Amerika akan dibalas dengan pembalasan yang menghancurkan," ucap Dorothy dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, dilansir dari AP, Senin (23/6/2025).

Dorothy mengatakan, Amerika Serikat bertindak untuk membela Israel dan warga negara Amerika guna mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. 

Ia menilai, Iran telah mengaburkan program senjata nuklirnya dan menghalangi upaya beritikad baik dalam negosiasi baru-baru ini.

Dorothy meminta Dewan Keamanan PBB untuk mendesak Iran mengakhiri upayanya selama 47 tahun untuk membasmi Israel, menghentikan program nuklirnya, serta berhenti menargetkan Amerika dan kepentingan AS.

"Berunding tentang perdamaian dengan itikad baik."

FORDOW PASCA DIBOM AS - Pemandangan fasilitas nuklir Iran di Fordow pasca dibom Amerika Serikat berdasar citra satelit Maxar Technologies, Sabtu, 21 Juni 2025.
FORDOW PASCA DIBOM AS - Pemandangan fasilitas nuklir Iran di Fordow pasca dibom Amerika Serikat berdasar citra satelit Maxar Technologies, Sabtu, 21 Juni 2025. (Maxar Technologies/NDTV)

Baca juga: Daftar Situs Nuklir Iran yang Diserang Amerika Serikat, Fasilitas Nuklir Iran Mana yang Diserang AS?

Televisi Pemerintah Iran Ultimatum Donald Trump Usai Amerika Serang Situs Nuklir

Televisi pemerintah Iran memperingatkan setiap warga negara atau personel militer Amerika di Timur Tengah menjadi target Teheran menyusul serangan udara AS terhadap tiga lokasi nuklir Iran, di antaranya di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Dilansir dari NDTV World, Minggu (22/6/2025), dalam sebuah video yang viral di media sosial, seorang penyiar televisi pemerintah Iran terdengar mengeluarkan peringatan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Iran akan mengakhiri konflik yang dimulainya melalui pengeboman sejumlah fasilitas di Iran.

"AS telah melakukan kejahatan terhadap Iran dengan melanggar wilayah udara Iran. Ia tidak memiliki tempat di kawasan Asia Barat. Tuan Presiden Amerika Serikat, Anda memulainya dan kami akan mengakhirinya," kata penyiar Iran itu.

Hal itu disampaikan penyiar tersebut bersamaan dengan ditampilkannya grafik pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah yang ditayangkan di latar belakang cuplikan pemberitaan.

Diketahui, Amerika Serikat memiliki beberapa pangkalan militer di Timur Tengah, di antaranya Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al Asad dan Pangkalan Udara Harir di Irak, pangkalan militer Al Tanf Garrison di Suriah Selatan, Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait, dan Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab.

Iran International juga mengutip seorang presenter dari IRNA yang mengatakan bahwa setiap personel sipil dan militer AS di kawasan tersebut sekarang menjadi "target yang sah."

"Pertarungan baru saja dimulai, Tuan Trump! Sekarang Anda berbicara tentang perdamaian? Kami akan berurusan dengan Anda dengan cara yang membuat Anda memahami konsekuensi dari kecerobohan," kata presenter Iran lainnya dalam sebuah program TV pemerintah.

Baca juga: Israel Ingin Perpanjang Perang Melawan Iran, Houthi Siap Hajar Kapal-kapal AS di Laut Merah

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan