Konflik Iran Vs Israel
Serbia Setop Penjualan Senjata ke Israel, Tak Ingin Memihak Negara yang Berkonflik
Presiden Serbia Aleksandar Vucic sebut negaranya menghentikan penjualan senjata ke Israel karena tak ingin mendukung negara yang berkonflik.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
Sejak pecahnya perang Israel dan Iran yang dimulai pada 13 Juni 2025, Serbia menegaskan mereka tidak akan terlibat dalam dukungan militer untuk negara yang terlibat konflik regional skala besar.
Namun, Serbia ingin mempertahankan netralitas dan menyerukan de-eskalasi.
Pada 13 Juni 2025, Israel memulai serangannya terhadap Iran dengan meluncurkan rudal ke kota Teheran, dengan klaim untuk melenyapkan program nuklir Iran.
Iran merespon dengan meluncurkan serangan balasan ke Tel Aviv, Haifa hingga Yerusalem yang diduduki.
Situasi semakin memanas ketika sekutu Israel, Amerika Serikat, melakukan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran di Isfahan, Natanz, dan Fordow pada hari Minggu (22/6/2025).
Pada 23 Juni 2025, Iran meluncurkan serangan ke pangkalan militer AS di Al Udeid, Qatar, namun Iran telah memberikan peringatan terlebih dahulu kepada AS dan Qatar.
Pada malam harinya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran akan dimulai pada hari Selasa (24/6/2025).
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.