Jumat, 29 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Serbia Setop Penjualan Senjata ke Israel, Tak Ingin Memihak Negara yang Berkonflik

Presiden Serbia Aleksandar Vucic sebut negaranya menghentikan penjualan senjata ke Israel karena tak ingin mendukung negara yang berkonflik.

Facebook Aleksandar Vucic
PRESIDEN SERBIA - Foto diambil dari Facebook Aleksandar Vucic pada Selasa (24/6/2025), memperlihatkan Presiden Serbia Aleksandar Vucic menyambut kunjungan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa (tidak terlihat di foto), ke Serbia pada 13 Mei 2025. Pada 23 Juni 2025, Serbia mengumumkan penghentian penjualan senjata ke Israel karena tidak ingin memihak pada negara yang berkonflik. 

Sejak pecahnya perang Israel dan Iran yang dimulai pada 13 Juni 2025, Serbia menegaskan mereka tidak akan terlibat dalam dukungan militer untuk negara yang terlibat konflik regional skala besar.

Namun, Serbia ingin mempertahankan netralitas dan menyerukan de-eskalasi.

Pada 13 Juni 2025, Israel memulai serangannya terhadap Iran dengan meluncurkan rudal ke kota Teheran, dengan klaim untuk melenyapkan program nuklir Iran.

Iran merespon dengan meluncurkan serangan balasan ke Tel Aviv, Haifa hingga Yerusalem yang diduduki.

Situasi semakin memanas ketika sekutu Israel, Amerika Serikat, melakukan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran di Isfahan, Natanz, dan Fordow pada hari Minggu (22/6/2025).

Pada 23 Juni 2025, Iran meluncurkan serangan ke pangkalan militer AS di Al Udeid, Qatar, namun Iran telah memberikan peringatan terlebih dahulu kepada AS dan Qatar.

Pada malam harinya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran akan dimulai pada hari Selasa (24/6/2025).

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan