Konflik Iran Vs Israel
Iran Ungkap 610 Orang Tewas sejak Perang dengan Israel: Mereka Semua adalah Warga Sipil
Sebanyak 610 warga sipil di Iran dinyatakan tewas dan lebih dari 4.700 orang terluka, sejak dimulainya konflik dengan Israel.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Penerimaan kesepakatan oleh kedua belah pihak terjadi setelah Iran melancarkan serangan rudal terakhir yang menyasar Israel dan menewaskan empat orang pada Selasa pagi.
Sementara, Israel melancarkan serangan udara yang menyasar sejumlah lokasi di Iran sebelum fajar.
Dilansir AP News, gencatan senjata yang direncanakan Trump goyah setelah militer Israel mengatakan telah mendeteksi serangan Iran lainnya beberapa jam setelah dimulainya gencatan senjata, yang menunjukkan betapa berbahayanya situasi tersebut.
Sirene berbunyi di Israel utara dan ledakan terdengar saat pertahanan udara Israel melepaskan tembakan.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan ia telah memerintahkan militer negaranya untuk menanggapi dengan tegas apa yang ia katakan sebagai pelanggaran gencatan senjata dengan Israel oleh Iran.
Arahan tersebut menyusul pengumuman militer mereka telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran menuju Israel.
Baca juga: Sosok 4 Calon Pengganti Ali Khamenei, Ada Anak hingga Tokoh Intelijen Iran

Diberitakan Arab News, Israel Katz mengatakan militer telah diinstruksikan untuk melakukan operasi intensitas tinggi terhadap sasaran di Teheran.
Media Iran, mengutip TV pemerintah, kemudian membantah berita tentang serangan rudal oleh Iran terhadap Israel setelah gencatan senjata antara kedua negara.
Iran telah mengonfirmasi mereka akan menghentikan pembalasan jika pengeboman Israel dihentikan.
Terbaru, Trump mengatakan gencatan senjata antara Iran dan Israel berlaku setelah kesepakatan awalnya gagal.
Pemimpin Amerika itu juga menyatakan frustrasi mendalam terhadap kedua belah pihak.
Baca juga: Netanyahu Konfirmasi Serangan Baru Israel di Teheran, Abaikan Trump soal Jangan Serang Iran
Sebelumnya, Trump meminta kedua belah pihak untuk tidak melanggarnya, meningkatkan harapan akan berakhirnya perang 12 hari bahkan ketika serangan mematikan dilaporkan di kedua negara.
Menulis di Truth Social, Trump menyatakan:
"GENCATAN SENJATA SEKARANG BERLAKU. JANGAN MELANGGARNYA!"
Pernyataannya muncul setelah eskalasi konflik yang tajam sejak Minggu (22/6/2025), ketika Amerika Serikat mengebom situs nuklir Iran, yang mendorong Iran untuk membalas dengan menembakkan rudal ke pangkalan AS di Qatar pada Senin.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.