Kecelakaan Pesawat Air India
Hasil Investigasi Awal Air India: Human Error, Sakelar Bahan Bakar Tak Menyala Pasca Lepas Landas
Kecelakaan Air India yang tewaskan 260 orang diduga akibat human error, sakelar bahan bakar mati mendadak sesaat usai lepas landas, picu mesin mati.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM – Setelah proses investigasi panjang, Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara India (AAIB) merilis temuan mengejutkan terkait penyebab kecelakaan pesawat Air India.
Dari hasil laporan investigasi awal, kecelakaan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik maskapai Air India mengungkapkan bahwa sakelar bahan bakar pada kedua mesin pesawat tiba-tiba berpindah dari posisi “RUN” ke “CUTOFF”.
Ini memicu terputusnya pasokan bahan bakar ke mesin, hanya beberapa detik setelah pesawat lepas landas dari Bandara Ahmedabad, India, pada 12 Juni 2025 lalu, sebagaimana dikutip dari CNN International.
Situasi semakin membingungkan saat rekaman suara dari kokpit menunjukkan bahwa salah satu pilot bertanya kepada rekannya,
"Mengapa kamu mematikan bahan bakar?" Namun pilot lainnya menyangkal telah menyentuh saklar tersebut.
Akibatnya, pesawat mulai kehilangan ketinggian secara drastis.
Kedua mesin sempat mencoba menyala kembali setelah saklar kembali ke posisi “RUN”, namun kondisi pesawat sudah tidak stabil.
Salah satu pilot terdengar mengirimkan sinyal darurat “MAYDAY MAYDAY MAYDAY” sebelum akhirnya pesawat menghantam pemukiman padat di pinggiran Kota Mumbai.
Diduga karena Human Error
Meski laporan ini belum menyebutkan pihak yang bertanggung jawab, analis penerbangan menyatakan bahwa pergerakan sakelar bahan bakar secara mendadak di kedua mesin secara bersamaan merupakan kejadian tidak lazim.
Dengan demikian, kemungkinan perpindahan dilakukan secara manual baik secara sengaja, tidak sengaja, atau karena miskomunikasi di dalam kokpit.
Hal ini berpotensi mengarah pada kesalahan manusia (human error) atau kemungkinan gangguan sistem.
Situs penerbangan spesialis The Air Current yang ikut melaporkan hasil investigasi juga menyebutkan bahwa fokus penyelidikan kini telah mengerucut pada mekanisme pergerakan sakelar bahan bakar mesin.
“Fokus penyelidikan bisa saja berubah seiring waktu, tergantung temuan lanjutan,” tulis laporan The Air Current.
Adapun proses investigasi diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan sebelum hasil final diumumkan.
Proses investigasi lanjutan ini akan sangat menentukan apakah kecelakaan disebabkan oleh kesalahan teknis, kesalahan manusia, atau kombinasi keduanya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.