Kecelakaan Pesawat Air India
Profil 2 Pilot Air India: Sosok di Balik Kokpit Tragedi Maut
Profil dua pilot Air India dalam tragedi AI171: Kapten Sabharwal dan Clive Kunder, sosok di balik kokpit tragedi maut 269 korban jiwa.
Editor:
Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, AHMEDABAD - Tragedi jatuhnya pesawat Air India AI171 pada Kamis (12/6/2025) yang menewaskan 260 orang menyisakan duka mendalam.
Sorotan publik kini tertuju pada dua sosok di balik kokpit: Kapten Sumeet Sabharwal, pilot senior berpengalaman, dan Clive Kunder, kopilot muda yang penuh semangat sejak remaja.
Dalam laporan awal yang dirilis oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB), sakelar bahan bakar diketahui beralih ke posisi mati sesaat setelah lepas landas, menyebabkan kebingungan di kokpit.
Kedua pilot berada dalam tekanan tinggi menghadapi kondisi kritis tersebut.
Baca juga: 5 Fakta Tragis Kecelakaan Air India: Sakelar Mati, 260 Nyawa Melayang
Kapten Sumeet Sabharwal: 15 Ribu Jam Terbang, Sosok yang Tenang
Kapten Sabharwal, 56 tahun, adalah pilot veteran Air India dengan 15.638 jam terbang, termasuk 8.596 jam khusus di Boeing 787.
Ia memegang lisensi pilot transportasi maskapai yang masih berlaku hingga 2026.
Dalam kariernya, ia telah mengantongi izin menerbangkan berbagai jenis pesawat, seperti Boeing 787, 777, dan Airbus A310.
Sebelum penerbangan tragis itu, Sabharwal dilaporkan sempat menghubungi keluarganya dari bandara, meyakinkan mereka bahwa ia akan menelepon lagi setelah mendarat di London.
Seorang rekan yang pernah terbang bersamanya menggambarkan Sabharwal sebagai sosok "pria yang tenang dan andal."

Clive Kunder: Kopilot Muda yang Sudah Bercita-cita Sejak Sekolah
Clive Kunder, 32 tahun, adalah kopilot pesawat dengan 3.403 jam terbang, di antaranya 1.128 jam pada Boeing 787.
Ia mengantongi lisensi pilot komersial sejak 2020 dan bergabung dengan Air India pada 2017.
Media India menyebutkan bahwa sejak masa sekolahnya, Kunder telah menunjukkan semangat tinggi untuk menjadi pilot.
Ia juga memiliki izin menerbangkan Cessna 172 dan Piper PA-34 Seneca sebagai pilot-in-command, serta Airbus A320 dan Boeing 787 sebagai co-pilot.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.