Partai Baru Jepang Ini Apakah Anti-Islam? Mengenal Sanseito dan Kontroversinya
, sejumlah kebijakan dan pernyataan Sanseito dinilai mencerminkan sikap sangat berhati-hati terhadap orang asing
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Hasil pemilu majelis tinggi Jepang pada Minggu (20/7/2025) menarik perhatian banyak kalangan, khususnya karena kemunculan Partai Sanseito (参政党), atau yang dikenal sebagai Party of Do It Yourself.
Partai sayap kanan ini dipimpin oleh Sohei Kamiya (47), politisi asal Kota Takahama, Distrik Oi, Prefektur Fukui.
Meski tidak secara eksplisit menyatakan penolakan terhadap Islam, sejumlah kebijakan dan pernyataan Sanseito dinilai mencerminkan sikap sangat berhati-hati terhadap orang asing, termasuk yang berlatar belakang agama tertentu.
"Tidak ada pernyataan langsung bahwa Sanseito menentang Islam. Namun, kebijakan mereka sangat ketat terhadap imigrasi dan keberadaan warga asing di Jepang," ujar seorang politisi senior Jepang kepada Tribunnews.com, Senin (21/7/2025).
Profil dan Ideologi Sanseito
Sanseito merupakan partai yang relatif baru, didirikan pada Maret 2020, tepat saat pandemi COVID-19 melanda Jepang.
Sejak saat itu, partai ini mencuri perhatian melalui kampanye nasionalisme, retorika populis sayap kanan, dan penolakan terhadap globalisasi.
Baca juga: Jepang Serius Tangani Semua Warga Asing, Termasuk WNI yang Kerap Berulah?
Kebijakan luar negeri dan Imigrasi Partai Sanseito?
- Menentang kebijakan imigrasi. Partai ini menentang penerimaan orang asing tanpa batas, karena khawatir akan dampaknya terhadap budaya dan keselamatan publik Jepang.
- Menentang hak suara bagi orang asing. Partai ini memiliki kebijakan untuk tidak memberikan hak mencalonkan diri bagi warga negara Jepang generasi pertama yang dinaturalisasi.
- Sedikit pernyataan langsung tentang agama. Tidak ada kebijakan atau pernyataan khusus tentang Islam yang telah dikonfirmasi secara resmi, tetapi sikap tegas dalam menerima orang asing terkadang ditafsirkan sebagai bentuk kehati-hatian terhadap imigran dengan latar belakang agama.
Bagaimana dengan ideologi yang mendasari partai ini?
- Mereka mengutamakan pelestarian budaya dan tradisi Jepang, dan memiliki kebijakan untuk mewajibkan kemampuan bahasa Jepang dan pemahaman budaya guna menghindari gesekan dan perpecahan dengan orang asing.
"Itulah sebabnya mereka mendengungkan Japan First dalam kampanye para kandidatnya," katanya.
Mereka menganjurkan kebijakan pengendalian orang asing dengan lebih mengutamakan kepentingan nasional, dan juga mendukung pembatasan penggunaan sistem jaminan sosial oleh orang asing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketua-partai-Sanseito111.jpg)