Rabu, 6 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.245: Putin Pamerkan Pabrik Drone Serang ke Publik

Putin tunjukkan pabrik drone serang ke publik di hari ke-1.245 invasi Ukraina, picu kekhawatiran soal eskalasi baru.

Tayang:
Foto: Sergei Bobylev, RIA Novosti/Kremlin
PUTIN HADIRI RAPAT - Foto diambil dari Kantor Presiden Rusia, Sabtu (21/6/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam sidang pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg pada Jumat (20/6/2025). Putin tunjukkan pabrik drone serang ke publik di hari ke-1.245 invasi Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Konflik antara Rusia dan Ukraina kini telah memasuki hari ke-1.245 sejak invasi dimulai pada Februari 2022.

Situasi di medan tempur terus berubah, sementara ketegangan politik juga meningkat di dalam negeri Ukraina.

Baru-baru ini, dua pejabat dari Biro Antikorupsi Nasional Ukraina (NABU) ditahan oleh badan keamanan negara.

Salah satu dari mereka diduga menjadi mata-mata Rusia, sementara lainnya memiliki hubungan dengan partai politik yang dilarang.

Penahanan ini menarik perhatian publik dan komunitas internasional, termasuk negara-negara anggota G7 dan lembaga antikorupsi global.

Di sisi lain, muncul rencana baru untuk memulai perundingan damai antara Ukraina dan Rusia, yang dikabarkan akan digelar di Istanbul, Turki.

Berikut perkembangan lengkap konflik Rusia-Ukraina hari ke-1.245, Selasa (22/7/2025).

Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.245:

Pejabat NABU Ukraina Ditangkap SBU

Badan Keamanan Ukraina (SBU) menangkap dua pejabat dari Biro Antikorupsi Nasional Ukraina (NABU) pada Senin (21/7/2025).

SBU menyebut salah satu pejabat tersebut dituduh menjadi mata-mata Rusia.

Baca juga: TNI Tegaskan Tak Terkait Lagi Dengan Satria Kumbara yang Minta Pulang di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Pejabat lainnya diduga memiliki hubungan dengan partai politik yang telah dilarang.

Selain penangkapan, puluhan penggeledahan juga dilakukan oleh SBU.

NABU menyebut tindakan tersebut berlebihan dan membuat misinya lumpuh total.

NABU menegaskan bahwa sebagian besar kasus yang menjadi dasar penggeledahan tidak berkaitan langsung dengan korupsi, dikutip dari The Guardian.

Beberapa di antaranya bahkan berkaitan dengan insiden lama seperti kecelakaan lalu lintas yang terjadi bertahun-tahun lalu.

 G7 Prihatin Penindakan Antikorupsi di Ukraina

Transparency International menyatakan penggeledahan tanpa izin pengadilan terhadap pegiat antikorupsi sebagai bentuk tekanan besar-besaran.

Menurut organisasi tersebut, hal ini mengancam perjuangan melawan korupsi di Ukraina.

Para duta besar negara-negara G7 di Kyiv juga menyampaikan kekhawatiran serius.

Mereka berencana membahas perkembangan ini langsung dengan para pemimpin Ukraina.

Kekhawatiran meningkat setelah aktivis antikorupsi Vitaliy Shabunin didakwa atas tuduhan penipuan dan penghindaran wajib militer.

Kantor Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, membantah adanya motif politik dalam penuntutan tersebut.

Ukraina dan Rusia akan Gelar Perundingan Damai Baru

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan bahwa Ukraina dan Rusia akan kembali menggelar perundingan damai.

Perundingan akan berlangsung pada Rabu di Istanbul, Turki.

Baca juga: Ukraina Cetak Rekor Serangan Drone ke Rusia: Bandara-Bandara Ditutup, 140 Penerbangan Dibatalkan

Ini merupakan kelanjutan dari dua putaran sebelumnya yang belum menunjukkan kemajuan berarti.

Zelensky juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan perundingan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Rusia Tampilkan Pabrik Drone Serang ke Publik

Rusia merilis rekaman dari dalam pabrik drone serang yang digunakan dalam konflik di Ukraina.

Video itu disiarkan Minggu oleh Zvezda, saluran televisi milik Kementerian Pertahanan Rusia.

Rekaman menunjukkan pekerja dengan wajah disamarkan sedang merakit drone berbentuk segitiga berwarna hitam.

Direktur pabrik Timur Shagivaleev menyebutnya sebagai fasilitas drone tempur terbesar dan paling rahasia di dunia.

Pabrik itu terletak di dekat kota Yelabuga, wilayah Tatarstan, Rusia Tengah.

Drone Geran Rusia, diketahui berbasis pada teknologi drone Shahed buatan Iran.

AS telah menjatuhkan sanksi terhadap Shagivaleev atas keterlibatannya dalam produksi tersebut.

Menlu Prancis Kunjungi Kyiv di Tengah Serangan Udara

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot tiba di Kyiv pada Senin (21/7/2025) untuk kunjungan mendadak.

Saat itu, tim penyelamat masih menyisir puing-puing akibat serangan drone dan rudal besar-besaran.

Enam distrik di Kyiv diserang, memicu kebakaran di supermarket, gedung tempat tinggal, dan tempat penitipan anak.

Pintu masuk stasiun metro juga rusak akibat serangan tersebut.

"Ini kekerasan yang tidak manusiawi dan tidak memiliki tujuan militer," kata Barrot.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.244: Ukraina dan Rusia Saling Tembak Jatuh Drone

Ia juga mengunjungi pembangkit listrik Chornobyl yang pernah mengalami kecelakaan nuklir terburuk di dunia.

Pada Februari lalu, Ukraina menuduh Rusia merusak lengkungan pelindung struktur itu menggunakan drone peledak.

Prancis menjanjikan €10 juta untuk membantu memperbaiki fasilitas tersebut.

Barrot menuduh Rusia menargetkan infrastruktur energi secara ilegal, melanggar hukum internasional dan keselamatan nuklir.

Rusia Serang Odessa dengan Drone

Federasi Rusia melancarkan serangan drone ke kota Odessa, Ukraina.

Ketua Administrasi Militer Odessa, Oleg Kiper, melaporkan adanya kerusakan pada infrastruktur sipil, dilansir Suspilne.

Sebuah gedung administrasi terbakar, sejumlah mobil hangus, dan jendela-jendela di bangunan tempat tinggal pecah.

Informasi tentang korban masih dalam proses klarifikasi.

Seluruh layanan darurat saat ini bekerja untuk mengatasi dampak dari serangan tersebut.

(Tribunnews.com/ Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved