Sabtu, 9 Mei 2026

Konflik Iran Vs Israel

Ribuan Warga Afghanistan Didepak dari Iran, Dituding Jadi Mata-mata Israel

Ribuan warga Afghanistan diusir dari Iran usai munculnya tuduhan mata-mata asal Israel. Setidaknya 30.000 hingga 50.000 orang telah dipulangkan paksa

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera English
WARGA AFGANISTAN DIUSIR - Ribuan warga Afghanistan diusir dari Iran usai munculnya tuduhan mata-mata asal Israel. Setidaknya 30.000 hingga 50.000 orang telah dipulangkan paksa secara mendadak ke Afghanistan menurut laporan data dari lembaga bantuan internasional. 

TRIBUNNEWS.COM - Ribuan warga Afghanistan diusir dari Iran dalam gelombang deportasi massal menyusul tuduhan sebagai mata-mata Israel.

Pengusiran ini dilakukan pemerintah Iran usai mencurigai sejumlah warga asing, termasuk imigran dan pekerja Afghanistan, berperan sebagai agen atau simpatisan Israel.

Meski sebagian besar korban mengaku tidak memiliki keterkaitan apapun dengan urusan politik atau militer.

Namun hal tersebut tak membuat paranoia Iran terhadap mata-mata bisa dilepaskan, alasan itu yang mendorong pemerintah bersikap agresif dengan mendepak imigran asal Afganistan

Setidaknya ada sekitar 30.000 hingga 50.000 orang telah dipulangkan secara mendadak ke Afghanistan menurut laporan data dari lembaga bantuan internasional.

Mengutip laporan The Guardian, banyak pengungsi yang didepak dari Iran adalah generasi kedua yang tak pernah mengenal Afghanistan.

Beberapa di antara mereka bahkan tidak membawa uang sepeser pun. Upah kerja di Iran tak dibayar. Mereka tiba dengan pakaian di badan dan kartu SIM Iran yang tak lagi bisa digunakan di wilayah baru.

Seorang anak perempuan berusia 8 tahun menggenggam erat bonekanya. “Dia orang Iran. Sekarang aku pengungsi dan dia juga harus jadi pengungsi,” katanya polos.

Ada pula sepasang suami istri yang memegang selimut, melindungi empat anak mereka dari terik matahari.

Mereka telah melakukan itu berjam-jam, dengan badan yang basah oleh keringat.

Anak-anak mereka berpegangan satu sama lain, menatap dengan waspada dan takut. Hari itu adalah momen pertama mereka di Afghanistan, negara "tanah air" mereka.

Baca juga: Kebut Restorasi, Iran: Pertahanan Udara yang Rusak Akibat Gempuran Israel Telah Diganti

Bayang-Bayang Diskriminasi Hantui Warga Afganistan

Sebelum didepak, ribuan warga Afghanistan yang tinggal di Iran menjalani kehidupan yang penuh tantangan dan diskriminasi struktural, kendati sebagian besar telah tinggal di negara itu selama bertahun-tahun bahkan sejak lahir.

Bahkan ketika mereka telah diterima sebagai pekerja karena kemiripan budaya dan bahasa, mereka diposisikan sebagai "kelas kedua" yang tidak memiliki hak suara, tidak dapat membeli properti, membuka rekening bank, atau memperoleh izin mengemudi.

"Orang Iran memperlakukan kami dengan sangat buruk. Setiap hari di Iran sungguh mengerikan," ujar Mohammad tentang lima tahun yang dihabiskan keluarganya di Teheran.

Seperti kebanyakan anak Afghanistan lainnya, Mohammad dilarang mengenyam pendidikan publik di Iran hanya karena ia orang Afghanistan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved