Senin, 13 April 2026

Konflik Iran Vs Israel

Gudang Rudal Iran Pulih Cepat Pasca-Perang 12 Hari, Israel dan Amerika Salah Perhitungan?

Enam bulan setelah perang 12 hari dengan Israel, Iran dilaporkan kembali melanjutkan produksi besar-besaran rudal balistik. 

khaberni/tangkap layar
RUDAL IRAN - Rudal Khaybar milik Iran. Enam bulan setelah perang 12 hari dengan Israel, Iran dilaporkan kembali melanjutkan produksi besar-besaran rudal balistik.  

Ringkasan Berita:
  • Enam bulan setelah perang 12 hari dengan Israel, Iran kembali melanjutkan produksi besar-besaran rudal balistik.
  • Laporan ini muncul dalam pengarahan tertutup di Knesset, dilansir media Israel Ynet.
  • Pejabat senior IDF menyebut kapasitas produksi rudal Iran yang sempat lumpuh akibat serangan udara Juni lalu kini pulih cepat dan tetap jadi prioritas strategis Teheran.
  • Perkembangan ini di luar perkiraan Tel Aviv dan Washington yang mengira serangan Juni telah menghancurkan fasilitas senjata Iran.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Enam bulan setelah perang 12 hari dengan Israel, Iran dilaporkan kembali melanjutkan produksi besar-besaran rudal balistik. 

Informasi ini muncul dalam pengarahan tertutup di Knesset (parlemen Israel), sebagaimana dilaporkan media Israel Ynet, baru-baru ini.

Seorang pejabat senior IDF menyampaikan bahwa kapasitas manufaktur rudal Iran yang sempat lumpuh akibat serangan udara Juni lalu kini “pulih dengan cepat” dan tetap menjadi prioritas strategis utama bagi perencana militer Teheran.

Hal ini di luar perkiraan para pengambil keputusan di Tel Aviv dan Washington, yang mengira serangan mereka pada Juni lalu telah sukses menghancurkan gudang dan pabrik senjata Iran.

Peringatan tentang peningkatan kapasitas rudal Iran ersebut muncul di tengah intensifikasi uji coba rudal dan drone dalam latihan militer skala besar di Teluk Persia dan Laut Oman. 

Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi, Laksamana Muda Alireza Tangsiri, bahkan menyebut rudal baru yang diuji memiliki jangkauan lebih panjang dari 1.375 kilometer—panjang Teluk Persia—meski tanpa menyebut angka pasti. Rudal itu diklaim dapat diarahkan setelah peluncuran dan memiliki presisi tinggi.

Tangsiri mengatakan senjata tersebut, yang dibangun di dalam negeri oleh Angkatan Laut IRGC, dapat dipandu setelah diluncurkan dan menunjukkan akurasi yang sangat tinggi.

Media pemerintah mengatakan latihan tersebut juga melibatkan tembakan rudal balistik dan rudal jelajah, operasi drone, dan manuver pertahanan udara di sekitar Selat Hormuz dan pulau-pulau selatan Iran.

Rudal Iran memiliki jangkauan yang dinyatakan hingga 2.000 kilometer, yang menurut para pejabat cukup untuk pencegahan dan mencakup Israel

Amerika Serikat dan sekutunya telah mendesak Teheran untuk membatasi pengembangan rudal hingga di bawah 500 kilometer — sebuah tuntutan yang tidak masuk akal - bagi negara yang berada di bawah ancaman AS dan sekutunya.

Iran vs Israel

Ketegangan antara Iran dan Israel memasuki babak baru pasca-Perang 12 Hari pada Juni 2025. Iran mengklaim kekuatan rudalnya saat ini jauh melampaui kemampuan yang dimiliki selama konflik tersebut. 

Klaim ini muncul di tengah kekhawatiran yang meningkat mengenai potensi pecahnya konflik baru, terutama terkait program nuklir Teheran.

Meskipun akurasi klaim peningkatan jumlah rudal ini diragukan, para pengamat yang mengikuti program rudal Iran menilai bahwa Teheran memang telah meningkatkan produksi secara signifikan. 

Tujuannya jelas: membangun persenjataan yang siap melancarkan serangan massal yang dapat melumpuhkan sistem pertahanan rudal Israel yang sempat terkuras selama perang.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved