Senin, 1 Juni 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Korban Konflik Thailand-Kamboja Bertambah, 32 Orang Tewas, 130 Lebih Terluka

Korban konflik Thailand- Kamboja bertambah. Hingga Sabtu (26/7/2025), jumlah total korban tewas di kedua belah pihak telah mencapai 32 orang.

Tayang:
Tangkapan layar YouTube CNBC-TV18
KONFLIK THAILAND-KAMBOJA - Tangkapan layar YouTube CNBC-TV18 pada Sabtu (26/7/2025). bangunan yang terbakar dengan asap hitam tebal membumbung tinggi ke udara. Insiden kebakaran di sebuah lokasi yang dekat dengan stasiun pengisian bahan bakar atau minimarket yang terlihat dari logo PTT dan 7-Eleven Thailand akibat konflik yang memanas dengan Kamboja 

Ketegangan memuncak pada Kamis siang ketika Thailand dan Kamboja saling melakukan serangan langsung. 

Militer Kamboja dituduh meluncurkan roket jarak jauh ke wilayah Thailand, menghantam sejumlah target sipil termasuk sebuah stasiun pengisian bahan bakar yang menewaskan sedikitnya enam orang.

Sebagai respons, militer Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk melakukan serangan udara ke sejumlah sasaran di wilayah Kamboja

Salah satu serangan dilaporkan menghantam sebuah pagoda, menewaskan warga sipil yang sedang berlindung di dalamnya.

Pihak Kamboja mengecam tindakan tersebut dan menuduh Thailand menggunakan bom tandan, senjata yang telah dilarang secara luas oleh komunitas internasional. 

Mereka menyebut hal ini sebagai pelanggaran hukum internasional dan kejahatan perang.

Tuduhan Pelanggaran HAM dan Respons Global

Phumtham Wechayachai, penjabat Perdana Menteri Thailand, menyatakan Kamboja “mungkin telah melakukan kejahatan perang” atas tewasnya warga sipil dan kerusakan fasilitas medis.

Konflik ini menarik perhatian internasional. 

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar rapat darurat tertutup pada Jumat malam (18/7) waktu New York. 

Meski tidak mengeluarkan pernyataan resmi, sumber dari Associated Press menyebut seluruh 15 anggota dewan menyerukan de-eskalasi dan penyelesaian damai.

Sementara itu, Kamboja telah menyerukan gencatan senjata "segera" dengan Thailand, karena kedua negara telah menyaksikan lebih dari 30 orang tewas, termasuk warga sipil, dalam bentrokan perbatasan yang sedang berlangsung, dikutip dari BBC.

Duta Besar Kamboja untuk PBB, Chhea Keo, mengatakan negaranya meminta gencatan senjata "tanpa syarat", seraya menambahkan bahwa Phnom Penh juga menginginkan "solusi damai atas perselisihan tersebut".

Thailand belum memberikan komentar publik mengenai proposal tersebut, sekaligus menolak mediasi pihak ketiga. 

Sebelumnya, negara tersebut telah mengumumkan darurat militer di delapan distrik yang berbatasan dengan Kamboja.

Konflik Lama yang Belum Selesai

Konflik perbatasan Thailand-Kamboja bukan hal baru. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved