Jumat, 15 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Belanda Kecam Situasi Gaza, Panggil Dubes Israel dan Larang 2 Menteri Masuk

Pemerintah Belanda secara tegas mengecam kondisi yang berlangsung di Gaza dan akan memanggil duta besar Israel.

Tayang:
Freepik
BENDERA BELANDA - Foto ini diambil dari Freepik pada Selasa (29/7/2025). Pemerintah Belanda secara tegas mengecam kondisi yang berlangsung di Gaza dan akan memanggil duta besar Israel untuk memberikan peringatan atas situasi yang disebutnya “tak tertahankan dan tidak dapat dipertahankan”. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Belanda secara tegas mengecam kondisi yang berlangsung di Gaza dan akan memanggil duta besar Israel untuk memberikan peringatan atas situasi yang disebutnya “tak tertahankan dan tidak dapat dipertahankan”.

Selain itu, Belanda juga melarang dua menteri kabinet Israel dari sayap kanan, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, memasuki wilayahnya. 

Keputusan ini diumumkan dalam surat resmi yang diterbitkan Senin (28/7/2025), malam, waktu setempat.

Konflik Gaza bermula dari agresi Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. 

Saat ini, wilayah Gaza menghadapi krisis kemanusiaan yang sangat parah, dengan blokade ketat Israel yang menghalangi masuknya bantuan dan mengakibatkan penderitaan luas bagi penduduk sipil. 

Dalam konflik ini, Belanda mengambil posisi yang kritis terhadap tindakan Israel dan aktif menyuarakan keprihatinan mereka di panggung internasional.

Dalam surat yang dirilis pemerintah Belanda, Menteri Luar Negeri Caspar Veldkamp menegaskan bahwa kedua menteri Israel yang dilarang tersebut telah berulang kali menghasut kekerasan terhadap penduduk Palestina, menganjurkan perluasan permukiman ilegal, serta menyerukan pembersihan etnis di Jalur Gaza, dikutip dari The New Arab.

Oleh karena itu, larangan perjalanan terhadap mereka dianggap sebagai bentuk sikap tegas Belanda untuk melawan tindakan yang dinilai membahayakan perdamaian dan keamanan.

Selain itu, Belanda juga menyatakan akan memanggil duta besar Israel untuk memberikan kecaman resmi atas situasi kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza

Langkah ini merupakan bagian dari upaya diplomatik Belanda untuk mendorong penyelesaian damai dan menghentikan kekerasan.

Menanggapi larangan tersebut, Ben-Gvir menyatakan melalui media sosial X bahwa meskipun dilarang masuk ke Eropa, ia tetap berkomitmen melayani negara Israel dan menuntut agar Hamas digulingkan serta mendukung para pejuang Israel.

Baca juga: Aktivis Palestina yang Bekerja di Film Pemenang Oscar No Other Land Terbunuh di Tepi Barat

"Sekalipun saya dilarang masuk ke seluruh Eropa, saya akan tetap mengabdi untuk negara kita dan menuntut agar kita menggulingkan Hamas (kelompok Palestina) dan mendukung para pejuang kita," kata Ben-Gvir di X, dikutip dari Anadolu Ajansi.

Perdana Menteri Belanda, Dick Schoof, mengungkapkan pemerintahnya juga mempertimbangkan tindakan nasional lebih lanjut terhadap Israel. 

Termasuk dukungan untuk menangguhkan partisipasi Israel dalam program penelitian Horizon Uni Eropa jika Israel terbukti menghambat bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Retorika dari kedua menteri Israel ini mendapat kecaman luas. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved