Kamis, 4 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Trump Kirim Dua Kapal Selam Nuklir ke Wilayah Rusia, Pertanda Perang Dunia III?

Trump perintahkan dua kapal selam nuklir milik militer AS melakukan operasi di wilayah dekat Rusia imbas buntunya perundingan damai Rusia-Ukraina

Tayang:
whitehouse.gov
DONALD TRUMP - Foto ini diambil dari laman whitehouse.gov pada Jumat (4/7/2025) Presiden Trump perintahkan dua kapal selam nuklir milik militer AS melakukan operasi di wilayah dekat Rusia imbas buntunya perundingan damai Rusia-Ukraina 

TRIBUNNEWS.COM -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan dua kapal selam berkekuatan nuklir milik militer AS melakukan operasi di wilayah dekat Rusia.

Langkah ini diambil Trump di tengah meningkatnya frustrasi Trump atas kebuntuan perundingan damai yang bertujuan mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang kian memanas sejak 2022 silam.

Sebelum peluncuran kapal selam nuklir dilakukan Presiden Trump sempat mengancam Presiden Rusia Vladimir Putin agar segera akhiri perang dan membuat kesepakatan damai dengan Kyiv.

Dalam dialog resmi yang dilansir dari Al Jazeera, Trump memberi tenggat waktu 10-12 hari agar Putin bisa segera membuat kesepakatan damai dengan Kyiv.

Ini merupakan deadline baru yang lebih singkat dari deadline 50 hari sebelumnya yang ditetapkan Trump kepada Putin. Guna mempercepat perdamaian antara Rusia dan Ukraina yang telah berkonflik sejak awal 2022

Namun Rusia menolak keras perintah tersebut, Dmitry Medvedev, mantan Presiden Rusia sekaligus Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia menyebut langkah Trump sebagai “langkah menuju perang” dan menuduh presiden AS “bermain dengan api”.

Konfrontasi ini menambah babak baru dalam hubungan dingin antara Washington dan Moskow. Hingga Trump memerintahkan dua Kapal Selam Nuklir untuk ditempatkan di wilayah yang tepat sebagai langkah pencegahan.

Trump menegaskan bahwa tindakan ini bukan ancaman serangan, melainkan langkah antisipasi atas retorika provokatif Rusia.

“Saya telah memerintahkan dua Kapal Selam Nuklir untuk ditempatkan di wilayah yang tepat, untuk berjaga-jaga jika pernyataan bodoh dan provokatif ini lebih dari sekadar kata-kata,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Keputusan itu sekaligus memicu kekhawatiran global akan eskalasi militer baru di Eropa Timur.

Risiko Eskalasi dan Bayang-Bayang Perang Dunia III

Langkah Trump ini langsung memunculkan kekhawatiran akan risiko eskalasi global.

Banyak analis memperingatkan bahwa ketegangan militer antara AS dan Rusia, dua negara pemilik senjata nuklir terbesar, dapat memicu situasi tak terkendali.

“Setiap sinyal militer di level ini membawa konsekuensi besar. Jika salah langkah, dunia bisa menghadapi krisis keamanan internasional terburuk sejak Perang Dingin,” ujar seorang analis keamanan internasional di Washington.

Kementerian Luar Negeri Rusia belum memberikan tanggapan resmi atas manuver kapal selam AS ini. Namun, Viktor Vodolatsky, anggota parlemen senior Rusia, menyebut reposisi itu tidak mengejutkan dan mengklaim kapal selam AS “telah lama dalam pengawasan armada Rusia.”

Rusia Beri Respon Menohok

Merespon tindakan Trump yang mengirimkan kapal nuklir ke wilayah Rusia, Viktor Vodolatsky, anggota parlemen senior Rusia, menegaskan bahwa Moskow tidak melihat langkah tersebut sebagai ancaman baru karena kapal selam AS itu “sudah lama berada di bawah kendali armada Rusia”.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved