Konflik Rusia Vs Ukraina
Tanggapi Rusia, Zelenskyy Tawari Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Presiden Ukraina Zelenskyy menanggapi seruan Rusia untuk gencatan senjata pada peringatan Hari Kemenangan, lalu menawari gencatan tanpa batas waktu.
Ringkasan Berita:
- Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menawarkan gencatan senjata tanpa batas waktu kepada Vladimir Putin mulai 6 Mei 2026.
- Ia sempat menilai usulan Rusia tidak serius, namun tetap membuka peluang penghentian konflik. Ukraina siap menerapkan “rezim keheningan” sejak tengah malam dan akan bertindak simetris sesuai langkah Rusia.
- Zelenskyy mendesak Kremlin mengambil tindakan nyata karena belum merespons seruan gencatan senjata jangka panjang.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.532 pada Selasa (5/5/2026).
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menawarkan gencatan senjata yang berpotensi berlaku tanpa batas waktu kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Awalnya, Zelenskyy menilai permintaan Rusia terkait gencatan senjata sebagai “tidak serius”. Namun, seiring waktu, ia menyatakan bahwa peluang untuk memulai penghentian konflik tetap terbuka.
Dalam pernyataan resminya, Zelenskyy mengumumkan bahwa Ukraina siap memberlakukan “rezim keheningan” mulai pukul 00.00 pada malam tanggal 5 menuju 6 Mei 2026.
"Kami percaya bahwa nyawa manusia jauh lebih berharga daripada 'perayaan' peringatan apa pun. Sehubungan dengan itu, kami mengumumkan rezim keheningan, dimulai pukul 00:00 pada malam tanggal 5-6 Mei," bunyi pernyataan Presiden Ukraina.
"Dalam waktu yang tersedia hingga saat ini, realistis untuk memastikan dimulainya keheningan. Kami akan bertindak secara serupa, dimulai dari saat yang ditentukan. Sudah saatnya para pemimpin Rusia mengambil langkah nyata untuk mengakhiri perang mereka, jika Kementerian Pertahanan Rusia percaya bahwa mereka tidak akan mengadakan parade di Moskow tanpa dukungan Ukraina," kata Zelenskyy.
Ukraina, kata dia, akan bertindak secara simetris, mengikuti langkah yang diambil pihak Rusia.
Meski demikian, Zelenskyy tidak menyebutkan secara pasti kapan gencatan senjata tersebut akan berakhir. Ia menegaskan bahwa sikap Ukraina akan bergantung pada respons dan tindakan Rusia di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Zelenskyy juga menyoroti bahwa Rusia selama ini belum memberikan tanggapan nyata terhadap seruan Kyiv untuk gencatan senjata yang bersifat jangka panjang.
Ia pun mendesak Kremlin untuk mengambil langkah konkret dalam mengakhiri konflik, seraya menyinggung bahwa pihak Rusia sendiri menyadari pentingnya stabilitas, termasuk dalam pelaksanaan agenda besar seperti parade di Moskow.
"Kami mendesak Kremlin untuk mengambil langkah nyata untuk mengakhiri perang mereka, terutama karena kementerian pertahanan Rusia percaya bahwa mereka tidak dapat mengadakan parade di Moskow tanpa niat baik Ukraina," kata Zelenskyy, seperti diberitakan Suspilne.
Baca juga: Serangan Drone Ukraina Sasar PLTN Zaporizhzhia dan Pelabuhan Minyak Rusia
Rusia Minta Ukraina Setujui Gencatan Senjata Sementara pada 8-9 Mei
Kementerian Pertahanan Rusia telah meminta Ukraina menyetujui gencatan senjata sementara pada Jumat (8/5/2026) dan Sabtu (9/5/2026) ketika Rusia memperingati Hari Kemenangan untuk memperingati kekalahan Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua, 81 tahun yang lalu.
Kementerian Pertahanan Rusia mengancam bahwa jika tuntutan gencatan senjata mereka tidak dipenuhi, akan ada serangan rudal besar-besaran di pusat Kyiv.
Rusia sebelumnya mengumumkan gencatan senjata sepihak untuk merayakan Paskah Ortodoks pada 9 April lalu.
Parade Militer Rusia Tahun Ini Diprediksi "Sepi"
Tahun ini, parade di ibu kota Rusia dijadwalkan berlangsung tanpa tank, rudal, dan peralatan militer lainnya untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rusia-pamer-tank-t-34-dari-perang-dunia-ii-di-hari-kemenangan-di-lapangan-merah-ih.jpg)