Konflik Rusia Vs Ukraina
Leletnya Gencatan Senjata Rusia-Ukraina, Trump Muak: Terserah Putin
Hari ini adalah batas waktu yang diberikan AS untuk Presiden Rusia Putin agar melakukan gencatan senjata Rusia-Ukraina, Trump: Semua terserah Putin.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa gencatan senjata Rusia–Ukraina bergantung pada keputusan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Bulan lalu, Trump memberi tenggat waktu kepada Rusia hingga Jumat, 8 Agustus 2025.
Trump juga mengancam akan memberi sanksi dan memberlakukan tarif dagang tambahan, termasuk tarif sekunder untuk negara-negara yang masih berdagang dengan Rusia.
Pada 6 Agustus, Trump kembali menekan Rusia dengan menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif 25 persen pada impor dari India, dengan alasan pembelian minyak mentah Rusia yang sedang berlangsung.
Menjelang batas waktu bagi Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina, Trump terlihat sangat kecewa dan memilih menunggu respon dari Putin.
"Itu terserah padanya," kata Trump kepada wartawan pada hari Kamis (7/8/2025), ketika ditanya apakah tenggat waktu yang diberikannya kepada Putin untuk menyetujui gencatan senjata masih berlaku.
"Kita lihat saja nanti apa yang akan dia katakan. Semua terserah padanya. Sangat mengecewakan," tambah Trump.
Ketika ditanya apakah Putin harus bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk bertemu dengan Trump, Presiden AS itu berkata, "Tidak."
"Mereka ingin bertemu dengan saya, dan saya akan melakukan apa pun yang saya bisa untuk menghentikan pembunuhan itu," katanya, lapor Kyiv Independent.
Sementara Putin, yang meluncurkan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari 2022, menyatakan tidak keberatan untuk bertemu dengan Zelensky.
Putin menyebut Uni Emirat Arab (UEA) sebagai salah satu tempat yang cocok untuk pertemuan dengan Trump.
Baca juga: Tarif Trump Bikin India Cari Sekutu Baru, PM Modi Pilih Dekati China, Merapat ke Xi Jinping
"Kami punya banyak teman yang siap membantu kami menyelenggarakan acara semacam ini. Salah satu teman kami adalah Presiden Uni Emirat Arab," ujar Putin kepada para wartawan di Kremlin.
"Saya rasa kami akan memutuskan, tetapi ini akan menjadi salah satu lokasi yang cocok, sangat cocok," kata Putin, seraya menambahkan bahwa Moskow dan Washington telah menunjukkan minat untuk bertemu.
Terkait pertemuan trilateral yang dapat melibatkan Zelensky, Putin mengatakan ia tidak menentang pertemuan tersebut, tetapi menegaskan kembali perlunya menciptakan kondisi yang diperlukan untuk perundingan tersebut.
"Sayangnya, kita masih jauh dari menciptakan kondisi-kondisi seperti itu," katanya, lapor Russia Today.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-dan-Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-2.jpg)