Konflik Rusia Vs Ukraina
Ukraina Serang Pabrik Drone Rusia di Taganrog dengan Rudal Neptune, Kebakaran Dilaporkan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dorong sistem pertahanan rudal Eropa demi kurangi ketergantungan pada Patriot AS,
TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.517 pada Senin (20/4/2026).
Laporan terbaru menyebutkan militer Ukraina melancarkan serangan ke fasilitas produksi drone di Taganrog, Rusia barat daya.
Angkatan Laut Ukraina mengonfirmasi penggunaan rudal jelajah Neptune dalam serangan ke Taganrog.
Invasi Rusia ke Ukraina berawal dari serangan besar pada 24 Februari 2022 atas perintah Presiden Vladimir Putin, setelah ketegangan yang telah meningkat sejak aneksasi Krimea pada 2014 dan konflik di Donbas.
Situasi semakin kompleks ketika Ukraina memperkuat orientasi ke Barat, termasuk NATO dan Uni Eropa, yang dianggap Rusia sebagai ancaman strategis.
Sementara itu, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat terus menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia sekaligus mengalirkan dukungan militer untuk Kyiv.
Hingga kini perang belum menunjukkan tanda berakhir karena sengketa wilayah dan kepentingan geopolitik kedua pihak masih buntu.
Selengkapnya, berikut ini rangkuman peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1.517, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Perpecahan di Pentagon Soal Ukraina, Cerminkan Pergeseran Strategi Militer AS
Zelenskyy Dorong Sistem Pertahanan Rudal Eropa, Target Rampung Setahun
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan pembentukan sistem pertahanan rudal balistik mandiri di Eropa.
Ia menyebut Kyiv tengah berunding dengan sejumlah negara untuk merealisasikan proyek tersebut.
Ketergantungan pada sistem rudal Patriot dinilai tidak lagi memadai menghadapi intensitas serangan Rusia.
Rudal Moskwa kerap menghantam infrastruktur energi vital Ukraina.
Zelenskyy menargetkan sistem ini dapat mulai dibangun dalam waktu satu tahun.
Ukraina dan Eropa Bahas Sistem Baru, Alternatif Patriot Mulai Disiapkan
Perusahaan pertahanan Ukraina Fire Point mengungkap negosiasi dengan mitra Eropa untuk mengembangkan sistem pertahanan udara baru.
Sistem ini diharapkan menjadi alternatif lebih terjangkau dari Patriot yang kian terbatas.