Anwar Ibrahim Wajibkan Guru Pondok Pesantren di Malaysia Kuasai AI
Anwar menilai jika para guru pondok tak segera memahami ilmu AI, maka Malaysia akan ikut tergerus dalam sebuah 'serangan baru'
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mendesak para guru sekolah pondok pesantren di negara tersebut untuk menguasai teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) guna menghadapi tantangan era digital.
Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan adalah cabang ilmu komputer yang berfokus pada penciptaan sistem atau mesin yang mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia.
AI merupakan teknologi yang memungkinkan komputer atau sistem digital untuk meniru kemampuan kognitif manusia.
Dikutip dari Bernama, Pernyataan ini disampaikan saat ia berpidato pada pembukaan Madani Ijtimak (Munas) Ulama dan Guru Pondok Kelantan 2025 di kampus Universiti Teknologi Mara (UiTM) Machang, Kelantan, Malaysia pada Sabtu ini (9/8/2025).
Di dalam acara tersebut, Turut hadir Menteri di Jabatan Perdana Menteri Urusan Agama Malaysia, Datuk Dr. Mohd Na'im Mokhtar, Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia. Datuk Seri Dr. Zambry Abd Kadir, serta Menteri Besar Kelantan Datuk Mohd Nassuruddin Daud.
Pada pidato pembukaannya, Anwar menilai jika para guru pondok tak segera memahami ilmu AI, maka Malaysia akan ikut tergerus dalam sebuah serangan baru yang menggantikan bentuk kolonisasi di masa lalu.
Karena pentingnya pengetahuan AI di masa modern ini, Anwar menyatakan bahwa ketidaktahuan terhadap teknologi tersebut dapat menyebabkan institusi keagamaan tradisional di Malaysia kewalahan menghadapi "gelombang serangan baru".
"Jika kita tidak menguasainya, pihak lain yang akan menguasai, dan anak-anak kita nantinya akan mengadopsi kecerdasan Amerika Serikat atau Prancis." terang Anwar Ibrahim.
Selain menguasai AI, Anwar Ibrahim juga meminta para guru ponpes untuk memerkuat ketangguhan dan pemahaman Islam bagi anak-anak santri.
"Jadi, bagaimana kita mengubah pendekatan terhadap kerangka kerja kecerdasan buatan ini? Caranya adalah dengan memastikan anak-anak kita memiliki ketangguhan, pemahaman Islam, kecerdasan, dan kebijaksanaan dalam mengetahui apa yang ingin mereka capai," ujarnya.
Anwar menyatakan bahwa telah tiba waktunya membangun kembali institusi pondok sebagai benteng sejarah Islam untuk menghadapi pengaruh sekular.
Baca juga: Menlu Malaysia Minta Warganya Hindari Istilah Ambalat: Kita Tak Ingin Berperang dengan Indonesia
"Bulan lalu, saya memanggil pejabat dari Kementerian Keuangan untuk mencari cara membangun kembali sekolah pondok sebagai benteng pertahanan. Hanya dengan demikian Madani dapat direalisasikan dalam arti yang sebenarnya," tambahnya.
Sebelumnya, Anwar menyerahkan kontribusi senilai 1,03 juta atau sekitar rp 394 Juta kepada perwakilan sekolah pondok yang menghadiri Dialog Umara'-Ulama Pondok Nasional (Umran) 2025.
Ia menyatakan bahwa inisiatif ini melibatkan kolaborasi antara Kementerian Keuangan dan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) untuk memastikan sekolah agama dan pondok dapat ditingkatkan dengan fasilitas dan teknologi baru.
Malaysia Tngkatkan Kualitas Institusi Pondok
Seminggu sebelumnya, Anwar juga mengatakan bahwa pemerintah akan memulihkan dan meningkatkan institusi pondok negara tersebut dengan beberapa langkah baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PIDATO-ANWAR-IBRAHIM-Perdana-Menteri-Malaysia-Datuk-Seri-Anwar-Ibrahim-AI-Kecerdasan-Buatan.jpg)