Bencana Tanah Longsor Melanda Kashmir India, 60 Orang Tewas, Lebih dari 100 Orang Hilang
Pemerintah India menyatakan bahwa setidaknya 60 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka dalam insiden tragis yang terjadi pada Kamis.
"Alam telah menguji kita. Dalam beberapa hari terakhir, kami harus menghadapi longsor, hujan lebat ekstrem, dan bencana alam lainnya," ucap Perdana Menteri Narendra Modi di awal pidato peringatan Hari Kemerdekaan ke-79 India, pada Jumat ini.
Pada pidatonya tersebut, Modi menjamin para korban yang terdampak akan mendapatkan bantuan dan santunan dari pemerintah India.
Dikutip dari AFP, Modi dikabarkan juga telah berbicara dengan Ketua Menteri Jammu dan Kashmir Omar Abdullah serta Gubernur Laksamana Manoj Sinha, pada Jumat, terkait penanganan korban longsor di distrik Kishtwar, Jammu dan Kashmir.
Hal ini dibenarkan oleh Omar Abdullah melalui unggahan di akun resmi X miliknya pada Jumat.
“Saya baru saja menerima panggilan dari Perdana Menteri Narendra Modi. Saya telah melaporkan kepadanya mengenai situasi di Kishtwar dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah,” tulis Abdullah dalam unggahan di X.
Baca juga: India Kecam Laporan Ancaman Nuklir dari Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan
Ia mengatakan bahwa pihak pemda serta masyarakat Jammu dan Kashmir berterima kasih atas dukungan Perdana Menteri dan segala bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.
Sebelumnya, saat berbicara dalam acara Hari Kemerdekaan di Stadion Bakshi, Abdullah menyatakan bahwa setidaknya 60 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka dalam insiden tragis yang terjadi, pada Kamis.
Dalam pidato Hari Kemerdekaannya tersebut, Abdullah memulai sambutannya dengan menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban Kishtwar.
“Ini adalah hari yang membahagiakan bagi rakyat negara ini yang hari ini memperingati Hari Kemerdekaan, namun di sisi lain, korban jiwa akibat hujan lebat ekstrem ini sangat memilukan. Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar 60 orang telah tewas dan banyak lagi yang masih hilang. Kami tidak mengetahui jumlah pastinya,” ujarnya.
Abdullah juga menyampaikan duka cita kepada mereka yang kehilangan orang tercinta dalam insiden tragis tersebut.
“Saya juga ingin berdoa bagi mereka yang terluka agar segera pulih,” katanya.
Abdullah juga berkomitmen untuk mengusut tuntas kejadian tersebut sehingga tragedi serupa tak akan terjadi di masa yang akan datang.
“Kita harus mencari tahu mengapa hal ini terjadi. Apakah ada kelalaian dari pihak administrasi, karena kami sebenarnya telah memiliki prakiraan cuaca (yang menyebutkan kemungkinan hujan lebat dan banjir bandang). Apakah pemerintah dan administrasi bisa mengambil langkah lebih banyak untuk menyelamatkan nyawa berharga ini? Kita harus mempertanggungjawabkan hal ini,” pungkasnya.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/LONGSOR-KASHMIR-INDIA-Suasana-pascalongsor-di-desa-Chasoti-Kashmir-India.jpg)