Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

'Mengubur' Negara Palestina, Israel Perluas Proyek 3.400 Rumah Yahudi di Tepi Barat

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich akan melanjutkan proyek 3.400 rumah Yahudi di Tepi Barat untuk menghambat pendirian negara Palestina.

Tayang:
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Facebook Bezalel Smotrich
MENDUDUKI TEPI BARAT - Foto diambil dari Facebook Bezalel Smotrich pada Jumat (15/8/2025). Dalam postingan Facebook pada 7 Agustus 2025, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich (ke-3 dari kiri) berkunjung ke permukiman Shanor di Tepi Barat yang diduduki. Pada 14 Agustus 2025, Smotrich mengatakan Israel akan melanjutkan proyek pembangunan rumah Yahudi yang memecah Tepi Barat dan mencegah pendirian negara Palestina. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, mengumumkan Israel akan melanjutkan proyek E1 yaitu pembangunan 3.400 rumah untuk pemukim Yahudi Tepi Barat.

Proyek tersebut akan membagi Tepi Barat dan memisahkannya dari Yerusalem Timur, sebuah langkah yang menurut kantornya akan "mengubur" gagasan negara Palestina.

Pemerintah Palestina, sekutu dan kelompok kampanye mengutuk skema tersebut, menyebutnya ilegal dan mengatakan fragmentasi wilayah akan menghancurkan rencana perdamaian untuk wilayah tersebut.

Berdiri di lokasi permukiman yang direncanakan di Maale Adumim pada hari Kamis, Smotrich, seorang pemukim, mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump telah sepakat untuk menghidupkan kembali pembangunan E1, meskipun belum ada konfirmasi langsung dari keduanya.

"Siapa pun di dunia yang mencoba mengakui negara Palestina hari ini akan menerima jawaban kami di lapangan. Bukan dengan dokumen, keputusan, atau pernyataan, melainkan dengan fakta. Fakta rumah, fakta lingkungan," kata Smotrich pada hari Kamis (14/8/2025).

"Setelah 20 tahun tertunda, saya dengan jelas mengumumkan peluncuran program untuk menghubungkan permukiman Ma'ale Adumim ke Yerusalem," katanya, seraya melanjutkan, "Tepi Barat adalah bagian dari Israel melalui janji Tuhan."

Smotrich mengumumkan Israel telah menyita ribuan dunam tanah dan menginvestasikan miliaran untuk membawa satu juta pemukim ke Tepi Barat, menegaskan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendukung rencana ini mengenai Tepi Barat.

"Negara Palestina merupakan ancaman bagi Israel, satu-satunya negara Yahudi di dunia," kata Smotrich, seraya menambahkan, "Tepi Barat adalah bagian dari Israel melalui janji Tuhan, dan Netanyahu mendukung saya terkait Tepi Barat.

"Kami menyita ribuan dunam dan menginvestasikan miliaran dolar untuk membawa satu juta pemukim ke Tepi Barat, dan kami akan melanjutkan pembangunan Yahudi untuk menghancurkan impian negara Palestina," lanjutnya.

Smotrich mengatakan waktu telah tiba untuk menerapkan "kedaulatan" Israel atas Tepi Barat melalui pembangunan rumah-rumah Yahudi.

"Waktunya telah tiba untuk menerapkan kedaulatan Israel atas Tepi Barat dan mengakhiri gagasan untuk memecah belah Israel selamanya," ujarnya, menggunakan kata "kedaulatan" untuk menggantikan "pendudukan".

Baca juga: Palestina-Yordania Kecam Knesset Israel yang Dukung RUU Aneksasi Tepi Barat

"Setiap rumah Israel yang dibangun di Tepi Barat merupakan deklarasi kedaulatan, dan setiap lingkungan adalah paku untuk memperkuat rencana kami. Kami akan mempertahankan luas permukiman Ma'ale Adumim," lanjutnya.

Ia mengatakan apa yang dilakukan di Tepi Barat telah melalui koordinasi dengan Netanyahu dan pejabat lainnya.

"Masa depan kami tidak terikat pada apa yang dikatakan orang asing, tetapi pada apa yang dilakukan orang Yahudi. Saya yakin bahwa kami hampir mencapai deklarasi bersejarah mengenai penerapan kedaulatan atas Tepi Barat," katanya.

"Semua yang kami lakukan di Tepi Barat telah dilakukan dengan koordinasi penuh dengan Netanyahu dan teman-teman kami di Amerika Serikat, dan pemerintah AS sepenuhnya mendukung langkah kami di Tepi Barat," ujarnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved