Konflik Palestina Vs Israel
Wali Kota di Lebanon Selatan Ditembak Mati: Bukan Serangan Israel
Selama konflik terbaru antara Israel dan Hizbullah, Deir Mimas menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak.
Wali Kota di Lebanon Selatan Ditembak Mati: Bukan Serangan Israel
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Deir Mimas, Suhail Abu Jamra, tewas setelah ditembak oleh seorang anggota Pasukan Keamanan Internal Lebanon dalam insiden yang diduga bermula dari perselisihan pribadi.
- Penembakan juga melukai pejabat kota lainnya, Nicola Suleiman, yang kini menjalani perawatan dan dilaporkan dalam kondisi stabil.
- Otoritas Lebanon sedang memburu pelaku yang melarikan diri, sementara pemerintah kota dan keluarga pelaku menyerukan ketenangan serta penghormatan terhadap proses hukum.
TRIBUNNEWS.COM - Warga Deir Mimas, sebuah kota di Lebanon selatan yang selama berbulan-bulan berada di dekat garis depan konflik Israel-Lebanon, dikejutkan oleh kabar tewasnya Wali Kota Suhail Abu Jamra pada Senin (1/6/2026) malam.
Berbeda dari berbagai insiden yang belakangan terjadi akibat konflik bersenjata di kawasan tersebut, kematian Abu Jamra bukan disebabkan oleh serangan Israel, melainkan oleh penembakan yang diduga berawal dari persoalan pribadi.
Baca juga: Israel Kuasai Kastil Beaufort: IDF Seberangi Sungai Litani, Pertempuran Kini Jauh di Dalam Lebanon
Menurut laporan media Lebanon, pelaku merupakan seorang anggota Pasukan Keamanan Internal Lebanon yang juga berasal dari kota tersebut.
Ia disebut melepaskan tembakan ke arah Abu Jamra hingga menyebabkan sang wali kota meninggal di lokasi kejadian.
Insiden itu juga menyebabkan Nicola Suleiman, pejabat pemerintah kota Deir Mimas, mengalami luka tembak di bagian dada.
Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Pemerintah Marjeyoun untuk mendapatkan perawatan. Pihak rumah sakit melaporkan bahwa kondisinya saat ini stabil.
Setelah melakukan penembakan, pelaku dilaporkan melarikan diri ke lokasi yang belum diketahui.
Aparat keamanan Lebanon langsung meluncurkan operasi pencarian dan membuka penyelidikan untuk mengungkap motif serta menangkap pelaku.
Pemerintah kota Deir Mimas menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Abu Jamra.
Dalam pernyataannya, mereka menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan kriminal dan meminta masyarakat tidak terpancing emosi.
Warga juga diminta memberikan ruang bagi aparat untuk menjalankan proses penyelidikan sesuai hukum yang berlaku.
Keluarga dan Klan Terduga Pelaku Serahkan ke Hukum
Sementara itu, keluarga pelaku yang berasal dari klan Al-Bashara turut mengeluarkan pernyataan resmi.
Mereka menegaskan tidak memiliki kaitan dengan tindakan yang dilakukan anggota keluarga mereka dan mengutuk segala bentuk tindakan yang dapat mengganggu perdamaian masyarakat.
Keluarga tersebut juga menyatakan kepercayaan penuh terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DITEMBAK-MATI-Wali-Kota-Deir-Mimas-di-Lebanon-selatan-Suhail-Abu-Jamra-tewas.jpg)