Di Tengah Rivalitas AS, Cina Percepat Industri Teknologi
Cina berkomitmen memperdalam investasi di industri berteknologi tinggi dan inovasi ilmiah. Ini dianggap sebagai kunci memperkuat keamanan…
Cina berjanji menaikkan pensiun minimum bulanan sebesar 20 yuan (sekitar Rp49 ribu) per orang serta subsidi asuransi kesehatan dasar bagi warga pedesaan yang tidak bekerja sebesar 24 yuan (sekitar Rp58 ribu). Pemerintah juga menyatakan akan meningkatkan belanja pendidikan, memberikan subsidi pengasuhan anak, serta mereformasi rumah sakit umum sebagai respons atas penurunan demografi.
Walau begitu, analis dari Mercator Institute for China Studies (MERICS) menilai janji-janji kepada publik bersifat "hampa". Menurutnya, pemerintah Cina yakin bahwa dukungan luas terhadap industri-industri kunci lebih selaras dengan kepentingan nasional di tengah kompetisi kekuatan besar global.
"Meski berada dalam keseimbangan yang rapuh, kebijakan ekonomi Cina akan terus secara sistematis lebih menguntungkan perusahaan dibandingkan rumah tangga," tulis analis MERICS dalam catatan sebelum sidang parlemen.
"Beijing akan terus memperlambat perluasan jaminan sosial, sembari menggunakan subsidi besar dan insentif pajak untuk mendorong pertumbuhan serta peningkatan industri," tulis mereka.
Bo Zhengyuan, mitra di konsultan riset Plenum, mengatakan Cina sebagai importir utama energi dan pangan kini juga menghadapi tantangan baru akibat perang AS-Israel dengan Iran.
"Hal itu dapat memengaruhi ekspor Cina serta harga energi, yang keduanya saat ini belum berada dalam kondisi ideal untuk mendorong pertumbuhan," pungkasnya.
Editor: Muhammad Hanafi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle71832756_403.jpg.jpg)