Mengapa air keras dipakai untuk menyerang Andrie Yunus dan dua aktivis lain?
Serangan air keras tak hanya menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Selain Andrie, dua aktivis lain mengalami serangan serupa di lokasi…
Waktu itu, perbincangan di media sosial sedang ramai membahas pro dan kontra alumni LPDP yang tidak kembali ke Indonesia. Bhima, di samping pengelola Celios, merupakan alumni LPDP.
"Intensitas serangan soal penerima beasiswa LPDP tapi berkhianat [yang ditujukan kepada saya] terhadap negara terus naik," ujarnya saat dikonfirmasi BBC News Indonesia, Minggu (5/4).
"Padahal, tidak ada permasalahan apa pun terkait pemenuhan kontrak studi LPDP."
Bhima menilai serangan tersebut tak lepas dari posisi lembaganya, Celios, yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah.
Sikap tegas Celios dalam merespons langkah-langkah pemerintah yang dinilai tidak tepat mendorong munculnya serangan dengan mengungkit status Bhima yang pernah tembus beasiswa LPDP.
Serangan tidak berhenti di situ, sambung Bhima.
Pada Maret 2026, Celios bersama koalisi sipil menggugat kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Selepas gugatan ini, "serangan digital ke Celios oleh akun anonim cukup masif bermunculan," terang Bhima.
Muatan serangannya kurang lebih senada: menyebut Celios sebagai organisasi yang mendorong lahirnya demo pada Agustus 2025 dengan dukungan "pendanaan asing."
Konteks "pendanaan asing" keluar lantaran salah satu donor yang berkontribusi dalam kerja-kerja Celios adalah Open Society Foundation (OSF) yang dimiliki filantropis ternama, George Soros.
Masih pada Maret 2026, serangan digital yang menyasar Celios tetap ditemukan. Serangan muncul usai Celios beserta masyarakat sipil menggugat perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Akun-akun di media sosial menyebut Celios tidak patriotik.
Sehari pascaserangan ke Andrie Yunus, Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat kabinet, mengungkapkan "akan menertibkan pengamat" yang dianggap membuat narasi mencemaskan atau 'menyerang' pemerintah dengan data tidak akurat.
Celios, lagi-lagi, menghadapi serangan digital.
"Kali ini melibatkan influencer dengan followers besar, bukan hanya akun anonim. Panggilan telepon dan WhatsApp dari nomor tidak dikenal juga mulai masuk," tambah Bhima.
Puncak dari teror ini, Bhima melanjutkan, muncul pada 31 Maret 2026. Serangan digital, ucap Bhima, menjelma "ancaman pembunuhan dan penyiraman air keras."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BBC-Indonesiaindonesia.png.jpg)