Kesaksian penumpang kapal MV Hondius setelah wabah hantavirus merebak
Penumpang kapal pesiar MV Hondius menceritakan kehidupan di dalam kapal setelah wabah hantavirus merebak di dalam kapal dan menewaskan…
Dia menambahkan: "Saya merasa sehat, menghirup udara segar dan terus diberi makan dengan baik serta dirawat oleh kru... hanya mencoba fokus pada hal-hal positif."
Operator kapal pesiar tersebut, Oceanwide Expeditions, mengatakan suasana "tetap tenang, dengan para penumpang umumnya bersikap tenang".
"Oceanwide Expeditions bekerja untuk memberikan kejelasan dan kepastian kepada para tamu serta mempercepat proses turun dari kapal dan pemeriksaan medis," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
Seorang penumpang, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada BBC bahwa mereka bersiap untuk setidaknya tiga hingga empat hari lagi di laut.
"Pada titik ini kami tidak tahu kapan kami akan berangkat," katanya.
Hampir satu bulan sejak kematian pertama, rekaman yang diambil di atas kapal memberikan gambaran kehidupan sehari-hari.
Pejabat kesehatan yang mengenakan alat pelindung terlihat turun dari kapal, sementara ruangan yang biasanya menjadi tempat bersantai atau pesta larut malam tampak kosong.
Penumpang lain mengatakan staf kapal pesiar meminta mereka yang berada di atas kapal untuk menjaga jarak sosial, mengenakan masker di dalam ruangan, dan sering membersihkan tangan.
Pelayaran ini awalnya menjanjikan pengalaman seumur hidup bagi para penumpang karena kapal tersebut melintasi beberapa lanskap Atlantik yang paling terjal dan belum tersentuh.
MV Hondius berangkat dari Ushuaia di Argentina, kota paling selatan di dunia, pada 1 April.
"Salju segar di pegunungan, warna musim gugur di sepanjang garis pantai dan bahkan beberapa satwa liar yang menakjubkan," kata Rosmarin dengan suara penuh kegembiraan kepada para pengikutnya dalam sebuah video yang diunggah beberapa pekan lalu.
Dari Argentina, kapal itu menuju wilayah UK, South Georgia, yang masyhur dengan koloni penguinnya. MV Hondius lalu ke Tristan da Cunha, pulau berpenghuni paling terpencil di dunia.
Video media sosial Rosmarin menampilkan rangkaian video dari sebulan perjalanannya di laut — mulai dari mengamati burung dan penguin hingga menyeruput latte es di atas kapal.
"Momen seperti ini sulit dijelaskan, tetapi justru yang paling melekat dalam ingatan," katanya tentang Tristan da Cunha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BBC-Indonesia84782870-4929-11f1-bd52-e755d604ece4.jpg.jpg)