Rabu, 27 Mei 2026

Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla tiba di Indonesia

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengecam perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan.

Tayang:
BBC Indonesia
Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla tiba di Indonesia 

Kelompok tersebut menyebut para aktivis mengalami perlakuan merendahkan, pelecehan seksual, dan penghinaan saat dalam tahanan.

Otoritas Israel belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.

Sebanyak sembilan WNI ditangkap Israel per Rabu (20/05). Lima di antara mereka ditangkap pada Senin (18/05), termasuk jurnalis Republika dan Tempo.

Sebanyak 430 aktivis dan relawan Global Sumud Flotilla yang berasal lebih dari 40 negara ditangkap di sebuah pelabuhan di Israel selatan setelah Angkatan Laut Israel mencegat flotilla mereka di perairan internasional.

Pasukan Israel telah mencegat seluruh kapal

Pasukan Israel telah mencegat seluruh kapal tujuan Gaza yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menurut keterangan panitia misi tersebut pada Rabu (20/05) dini hari WIB.

Dalam keterangan melalui media sosial Instagram, panitia Global Sumud Flotilla 2.0 menyatakan kapal yang terakhir dicegat adalah Sadabad. Kapal itu berisi dua relawan asal Indonesia.

Pada malam yang sama, kapal Zefiro yang berisi dua relawan asal WNI juga dicegat militer Israel.

Dengan demikian, sebanyak sembilan WNI ditangkap Israel. Sebelumnya, pada Senin (18/05), Israel sudah menangkap lima WNI. Beberapa di antara mereka merupakan jurnalis Republika dan Tempo.

'Kami mengecam keras tindakan intersepsi'

Perwakilan media Republika mengonfirmasi bahwa dari sembilan WNI dalam rombongan GSF, ada dua jurnalis mereka, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengecam tindakan intersepsi tersebut.

"Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," kata Andi.

Menurut pernyataan mereka, para relawan tidak membawa senjata, melainkan bantuan kemanusiaan seperti obat-obatan dan logistik untuk warga Gaza.

Mengutip Kompas.com, salah satu peserta dari Indonesia, Bambang Daryono (alias Abeng), sempat mengirimkan pesan video sebelum komunikasi terputus.

"Saya Bambang Daryono alias Abeng. Saya warga Indonesia. Saya adalah partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026," katanya dalam rekaman video. Ia kemudian meminta pemerintah Indonesia membantu pembebasannya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved