Sabtu, 6 Juni 2026
Deutsche Welle

Di Balik Kedekatan Taliban dan Rusia

Rusia dan Taliban Afganistan menjalin kesepakatan perbaikan senjata peninggalan era Soviet dan buatan Rusia. Meski bukan pakta pertahanan,…

Tayang:
Deutsche Welle
Di Balik Kedekatan Taliban dan Rusia 

Basir menyebut salah satu perhatian utama Rusia adalah kelompok Islamic State Khorasan (ISKP) serta risiko pemanfaatan wilayah Afganistan untuk mengganggu stabilitas Asia Tengah hingga berpotensi mengancam keamanan domestik Rusia. Taliban yang selama ini memerangi ISKP dipandang Moskow sebagai "penyangga keamanan relatif".

Di sisi lain, Taliban disebut memperoleh keuntungan berupalegitimasi politikdi tingkat regional serta peluang ekonomi, termasuk dalam sektor perdagangan, khususnya impor energi dan gandum di tengah tekanan ekonomi.

Basir juga menyoroti upaya Taliban untuk memperluas hubungan luar negeri guna menghindari ketergantungan pada satu atau dua aktor eksternal.

Minimnya informasi dan narasi yang bersaing

Analis keamanan dan politik Besmillah Taban menyatakan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan tegas mengenai isi kesepakatan antara Rusia dan Taliban. Dia menilai hal ini tidak terlepas dari rekam jejak kedua pihak yang kerap membatasi informasi kepada publik.

Taban juga menilai kunjungan Taliban ke Moskow dimanfaatkan untuk pesan domestik. Langkah tersebut disebut sebagai upaya memaksimalkan nilai propaganda sekaligus meningkatkan moral internal, setelah serangan Pakistan sebelumnya melemahkan kepercayaan di kalangan Taliban.

Dia turut menyoroti dinamika lain yang berkembang pasca pernyataan Menteri Pertahanan Taliban, Mullah Muhammad Yaqoob. Setelah Yaqoob secara terbuka menekankan pentingnya kesepakatan tersebut, pejabat Rusia bergerak cepat meredam ekspektasi.

Pihak Rusia menegaskan bahwa kerja sama yang ada saat ini bersifat terbatas, hanya mencakup perbaikan dan pemulihan peralatan militer peninggalan era Soviet yang masih berada di Afganistan.

Perhatian Rusia untuk Afganistan di tengah tekanan Barat

Para analis menyebut kepentingan utama Rusia di Afganistan masih berfokus pada aspek keamanan, termasuk upaya membatasi peredaran narkotika melalui Asia Tengah. Di luar itu, jejak ekonomi Moskow di Afganistan dinilai masih terbatas, sehingga komitmen strategis jangka panjang belum terlihat jelas.

Di sisi lain, Taliban menghadapi kebutuhan yang lebih mendesak. Peningkatan tekanan dari Pakistan serta penurunan kemampuan militer mendorong kelompok tersebut mencari sistem persenjataan yang siap digunakan, sekaligus mitra yang dapat menyediakan layanan pemeliharaan.

Sejumlah pakar juga menyoroti tantangan dalam penggunaan peralatan militer buatan Amerika Serikat yang lebih baru. Sistem tersebut dinilai sulit dipertahankan tanpa ketersediaan suku cadang dan dukungan eksternal. Sebaliknya, peralatan asal Rusia dianggap lebih memungkinkan untuk tetap operasional jika jalur perawatan kembali dibuka.

Mantan diplomat Afganistan untuk Rusia, Ghaus Janbaz, menyatakan bahwa kesepakatan terbaru terkait persenjataan tidak semata bersifat teknis.

"Ini mencakup kerja sama militer dan teknis, namun pada tingkat tertentu juga memiliki dimensi politik," katanya kepada DW.

Janbaz juga menyoroti posisi Rusia sebagai satu-satunya negara yang secara resmi mengakui pemerintahan saat ini di Kabul. Ia menyebut, di tengah tekanan yang dihadapi Rusia akibat perang di Ukraina serta ketegangan dengan Eropa Barat, kawasan Asia Tengah dan koridor yang berbatasan dengan Afganistan menjadi semakin penting dalam perencanaan keamanan Moskow.

"Afganistan juga berbatasan dengan negara-negara tersebut, dan ada kemungkinan ancaman muncul melalui Afganistan menuju negara-negara itu maupun Rusia, sehingga Rusia berupaya mengamankan jalur ini," katanya.

Kedekatan Rusia-Taliban mencuat di tengah pergeseran geopolitik

Sejumlah pakar menilai menghangatnya hubungan Rusia dan Taliban merupakan bagian dari pergeseran geopolitik yang lebih luas di kawasan.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved