Senin, 8 Juni 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Trump Ubah Nama Pentagon Jadi Departemen Perang Lewat Perintah Eksekutif

Donald Trump mengubah nama Departemen Pertahanan (Department of Defense) menjadi Departemen Perang (Departemen of War).

Tayang:
File AFP
KEBIJAKAN DONALD TRUMP - Donald Trump tampil di Fox & Friends bersama pembawa acara Pete Hegseth selama acara Wounded Warrior Project Soldier Ride di Gedung Putih di Washington, 6 April 2017. Kini di era kedua kepresidenan Donald Trump, Pete Hegseth diangkat sebagai Menteri Pertahanan. Terkini, Donald Trump mengubah nama Departemen Pertahanan (Department of Defense) menjadi Departemen Perang (Departemen of War), Hegseth mengganti profilnya di media sosial untuk mencerminkan perubahan tersebut. (Foto arsip/2017/File AFP) 

Sebagai institusi strategis, Departemen Pertahanan memiliki sejumlah fungsi utama yang vital.

Di antaranya adalah merancang dan melaksanakan kebijakan pertahanan nasional, mengkoordinasikan operasi militer di dalam dan luar negeri, serta mengelola anggaran militer terbesar di dunia, yang nilainya mencapai lebih dari US$700 miliar per tahun.

Selain itu, lembaga ini juga bertanggung jawab atas pengawasan badan intelijen penting seperti NSA (National Security Agency), DIA (Defense Intelligence Agency), dan NRO (National Reconnaissance Office).

Secara historis, lembaga ini bermula sebagai Departemen Perang yang didirikan pada tahun 1789, sebelum akhirnya diubah menjadi Department of Defense pada 1949 melalui Undang-Undang Keamanan Nasional.

Perubahan ini bertujuan menyatukan semua cabang militer di bawah satu struktur komando terpadu, demi efisiensi dan koordinasi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan global.

Struktur organisasi Pentagon dipimpin oleh Menteri Pertahanan (Secretary of Defense) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Di bawahnya terdapat Joint Chiefs of Staff, yaitu dewan pimpinan militer dari masing-masing cabang, serta lembaga-lembaga bawahan seperti Departemen Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, yang masing-masing memiliki peran dan misi tersendiri dalam menjaga keamanan nasional dan kepentingan strategis Amerika Serikat di seluruh dunia.

Dalam era modern yang penuh ketegangan geopolitik, Pentagon tidak hanya menjadi pusat komando militer, tetapi juga laboratorium kebijakan pertahanan, teknologi persenjataan, dan diplomasi keamanan yang menentukan arah masa depan global.

Buru Kartel Narkoba, Kirim Jet Tempur ke Puerto Rico

Langkah Trump ini beriringan dengan meningkatnya ketegangan di Amerika Latin.

Pada Jumat (5/9/2025), sumber resmi AS mengonfirmasi bahwa 10 jet tempur siluman F-35 dikirim ke Puerto Rico.

Pengerahan ini merupakan bagian dari operasi yang menargetkan kartel narkoba di Karibia dan Venezuela, yang oleh Washington ditetapkan sebagai organisasi "teroris narkotika."

Reuters melaporkan bahwa pengiriman jet dilakukan setelah insiden pada Kamis (4/9/2025) ketika dua pesawat tempur F-16 Venezuela terbang di atas kapal perusak USS Jason Dunham di Laut Karibia.

Trump memperingatkan bahwa militer AS memiliki kewenangan untuk menembak jatuh jet Venezuela bila dianggap mengancam kapal perang Amerika.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menanggapi dengan meminta AS menghormati kedaulatan negaranya.

"Saya menghormati Trump, tapi perbedaan kita tidak boleh berujung pada konflik militer. Venezuela selalu bersedia berdialog," kata Maduro, dikutip dari CNN.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved