Jumat, 8 Mei 2026

Profil dan Sosok

Profil Khadga Prasad Sharma Oli: Karier Politik, Kontroversi, dan Tiga Kali Jadi PM Nepal

Profil Khadga Prasad Sharma Oli, yang hari ini Selasa (9/9/2025) menyerahkan pengunduran diri sebagai Perdana Menteri Nepal.

Tayang:
X/@kpsharmaoli
PM NEPAL - Dibagikan oleh akun X/@kpsharmaoli pada 7 Agustus 2025 lalu. Foto menunjukkan PM Nepal, Khadga Prasad Sharma Oli berbicara dalam forum internasional mengenai pentingnya South-South Cooperation sebagai mekanisme kolaboratif bagi negara-negara berkembang tanpa akses laut (LLDCs.) 

TRIBUNNEWS.COM - Khadga Prasad Sharma Oli, atau yang lebih dikenal sebagai K. P. Oli, adalah figur sentral dalam lanskap politik Nepal modern.

Khadga Prasad Sharma Oli lahir pada 22 Februari 1952 di Nepal.

Ia mulai terjun ke dunia politik pada tahun 1966, dipengaruhi oleh ideologi Marxisme-Leninisme yang kemudian membentuk arah perjuangannya sepanjang karier.

Sebagai tokoh yang telah menjabat sebagai Perdana Menteri Nepal dalam tiga periode berbeda—yakni pada 2015–2016, 2018–2021, dan 2024–2025—Oli dikenal sebagai pemimpin yang tangguh, kontroversial, dan berpengaruh dalam arah kebijakan nasional.

Oli baru saja meletakkan jabatannya sebagai Perdana Menteri Nepal, Selasa (9/9/2025) setelah pemerintahannya diguncang demo gen-Z.

Berikut ini profil Khadga Prasad Sharma Oli, dikutip dari berbagai sumber: 

Profil Khadga Prasad Sharma Oli (K. P. Oli)

Khadga Prasad Sharma Oli, lebih dikenal sebagai K. P. Oli, lahir pada 22 Februari 1952 dan merupakan salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Nepal.

Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Nepal dalam dua periode.

Pertama dari 11 Oktober 2015 hingga 3 Agustus 2016.

Kedua dari 15 Februari 2018 hingga 13 Juli 2021, Kathmandu Post melaporkan.

Pada masa jabatan keduanya, Oli menjadi perdana menteri pertama yang diangkat setelah pemilu nasional di bawah konstitusi baru Nepal.

Baca juga: Media Sosial Kembali Aktif di Nepal usai Demo Ricuh Tewaskan 19 Orang

Oli dikenal karena sikap nasionalisnya, terutama dalam menghadapi blokade India tahun 2015.

Dirinya memperkuat hubungan bilateral dengan Tiongkok sebagai alternatif dari ketergantungan ekonomi Nepal terhadap India.

Salah satu langkah kontroversialnya adalah memperbarui peta Nepal melalui amendemen konstitusi, yang mencakup wilayah sengketa dengan India.

Langkah ini mendapat pujian di dalam negeri dan memperkuat citranya sebagai pemimpin yang tegas.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved