Minggu, 10 Mei 2026

Profil dan Sosok

Profil Khadga Prasad Sharma Oli: Karier Politik, Kontroversi, dan Tiga Kali Jadi PM Nepal

Profil Khadga Prasad Sharma Oli, yang hari ini Selasa (9/9/2025) menyerahkan pengunduran diri sebagai Perdana Menteri Nepal.

Tayang:
X/@kpsharmaoli
PM NEPAL - Dibagikan oleh akun X/@kpsharmaoli pada 7 Agustus 2025 lalu. Foto menunjukkan PM Nepal, Khadga Prasad Sharma Oli berbicara dalam forum internasional mengenai pentingnya South-South Cooperation sebagai mekanisme kolaboratif bagi negara-negara berkembang tanpa akses laut (LLDCs.) 

Masa pemerintahannya diwarnai oleh berbagai kontroversi.

Ia kerap melontarkan pernyataan yang tidak langsung dan menunjukkan sikap konfrontatif terhadap media serta para kritikus.

Oli juga dikritik karena tidak mengambil tindakan terhadap korupsi di lingkaran dekatnya.

Ia dinilai gagal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan merealisasikan belanja anggaran yang dijanjikan, meskipun partainya meraih suara mayoritas dalam pemilu legislatif 2017.

Riwayat Politik

K. P. Oli memulai karier politiknya sejak tahun 1966, terinspirasi oleh ideologi Marxisme-Leninisme.

Ia bergabung dengan Partai Komunis Nepal pada Februari 1970 dan sempat ditahan beberapa kali antara tahun 1973 hingga 1987 karena aktivitas politiknya.

Setelah bebas, ia menjadi anggota komite pusat CPN (UML) dan bertanggung jawab atas wilayah Lumbini, Wikipedia mencatat.

Pada tahun 1992, ia menjabat sebagai Kepala Departemen Luar Negeri CPN (UML) dan juga memimpin organisasi pemuda National Democratic Youth Federation of Nepal (NDYF).

Ia pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri dalam kabinet Adhikari (1994–1995).

Ia juga pernah menjabat sebagai Deputi Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri pada 2006–2007.

Ia ditugaskan menyelidiki kematian politikus Madan Bhandari.

Baca juga: Mendagri Nepal Mengundurkan Diri usai Demo Tolak Blokir Media Sosial Tewaskan 19 Orang

Pada 11 Oktober 2015, setelah Bidhya Devi Bhandari terpilih sebagai Presiden Nepal, Oli terpilih sebagai Perdana Menteri ke-38 melalui voting parlemen.

Ia mengalahkan Sushil Koirala dengan 338 suara dari 598 anggota.

Ia didukung oleh koalisi partai besar seperti UCPN-Maoist, Partai Rastriya Prajatantra Nepal, Madhesi Rights Forum Democratic, serta 13 partai kecil lainnya.

Dalam kabinetnya, ia menunjuk Kamal Thapa dan Bijay Kumar Gachhadar sebagai deputi perdana menteri.

Biodata Khadga Prasad Sharma Oli (K. P. Oli)

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved