Kamis, 14 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Netanyahu Meradang, Balap Sepeda Vuelta di Spanyol Disetop Gegara Demo Pro-Palestina

Netanyahu meradang usai pemerintah Spanyol membatalkan final balapan sepeda Vuelta a España akibat aksi besar-besaran pro-Palestina di Madrid.

Tayang:
Faceboook PM Israel
NETANYAHU BERPIDATO - Foto ini diambil dari Faceboook PM Israel pada Senin (16/6/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meradang usai pemerintah Spanyol membatalkan final balapan sepeda Vuelta a España akibat aksi besar-besaran pro-Palestina di Madrid, menuding Perdana Menteri Pedro Sánchez dan kabinetnya sebagai “aib” karena dianggap tunduk pada tekanan demonstran. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan politik antara Israel dan Spanyol memanas setelah pemerintah Spanyol membatalkan final balapan sepeda Vuelta a España akibat aksi besar-besaran pro-Palestina di Madrid.

Tahap terakhir ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia Vuelta a España seharusnya berlangsung pada Minggu (14/9/2025) di ibu kota Spanyol.

Namun, ribuan pengunjuk rasa pro-Palestina turun ke jalan, memblokir sebagian besar rute dengan menurunkan barikade dan menghadang jalur pembalap sebagai bentuk protes terhadap keikutsertaan tim sepeda Israel-Premier Tech.

Mereka menilai tim tersebut bukan sekadar tim olahraga, melainkan representasi politik Israel di ajang internasional.

Adapun tim ini dimiliki oleh pengusaha Israel-Kanada Sylvan Adams, yang dikenal dekat dengan pemerintah Israel dan aktif mempromosikan citra negaranya di luar negeri.

Sebelum ajang balap sepeda Vuelta a España dibatalkan, polisi sempat berusaha mengendalikan situasi, tetapi penyelenggara akhirnya memutuskan menghentikan lomba demi alasan keamanan.

Pembatalan ini sekaligus memastikan pembalap asal Denmark, Jonas Vingaard, menjadi juara umum.

Merespon keputusan ini, Israel mengecam keras pembatalan lomba, menuding Perdana Menteri Pedro Sánchez dan kabinetnya sebagai “aib” karena dianggap tunduk pada tekanan demonstran.

Israel menekankan bahwa pembalap mereka hanya ingin berlomba secara profesional, namun dihadapkan pada tindakan politik yang mereka sebut diskriminatif dan tidak adil.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru memuji keteguhan Israel-Premier Tech yang tetap mengikuti lomba meski mendapat tekanan besar di lapangan.

Baca juga: Ini Tanggal Resmi Pengumuman Peringkat FIFA, Spanyol dan Portugal Naik Daun

Netanyahu menilai pembatalan tersebut sebagai bentuk ketidakadilan yang bisa berdampak pada citra Israel di ajang olahraga internasional.

Sikap Tegas Spanyol

Mengutip dari Al Jazeera, pemerintah Spanyol belakangan memang mengambil langkah keras terhadap Israel.

Selain menarik duta besar dari Tel Aviv, Madrid juga melarang dua menteri sayap kanan Israel masuk ke wilayahnya.

Menteri Olahraga Pilar Alegría bahkan menyerukan larangan bagi tim Israel mengikuti ajang internasional, seperti halnya Rusia yang dilarang pasca invasi Ukraina.

Pedro Sánchez sendiri menyatakan dukungan penuh pada rakyat Palestina dalam pidatonya. Ia menegaskan bahwa keputusan menghentikan balapan adalah bentuk keberpihakan pada kemanusiaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved