Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.306, Zelensky Akan Ngadu ke Trump Minggu Depan
Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.306, Zelensky akan menemui Trump dan membahas soal penculikan anak-anak Ukraina di wilayah pendudukan Rusia.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, akan bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump, minggu depan di New York, bertepatan dengan Sidang Umum PBB.
Selain itu, ia juga akan menghadiri KTT Platform Internasional Krimea dan beberapa pertemuan ekonomi penting.
Pertemuan antara Ibu Negara Ukraina, Olena Zelenska, dengan Ibu Negara AS, Melania Trump, juga direncanakan.
"Kami sedang mempersiapkan Sidang Umum PBB. Akan ada banyak pertemuan bilateral. Bisnis, teknologi, pertahanan, dan 'bisnis mineral'. Ini akan dikombinasikan dengan pertemuan ekonomi besar. Dan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat. Juga, kemungkinan besar, pertemuan antara Ibu Negara Ukraina dan Amerika Serikat mengenai isu-isu kemanusiaan, khususnya anak-anak," katanya pada Sabtu.
Ia menambahkan, dalam pertemuannya dengan Trump, akan membahas soal jaminan keamanan.
"Kami telah menyiapkan dasar jaminan keamanan yang siap diterima Eropa, dengan mempertimbangkan kehadiran Amerika Serikat... Saya ingin menerima sinyal-sinyal ini sendiri, seberapa dekat kita dengan pemahaman bahwa jaminan keamanan dari semua mitra akan menjadi yang kita butuhkan," ujarnya.
Selain itu, di sela-sela sidang, akan digelar KTT soal pemulangan anak-anak Ukraina yang diculik Rusia serta pertemuan kelima Platform Krimea.
"Kami menantikan pertemuan puncak mengenai pemulangan anak-anak Ukraina yang diculik oleh Rusia. Hari ini, ada 38 delegasi yang siap berpartisipasi... Akan ada koalisi besar mengenai pemulangan anak-anak. Juga akan ada platform Krimea. Kami juga mengharapkan sekitar tiga lusin negara," tegasnya, lapor Pravda.
Rusia Balas Tuduhan Estonia
Kementerian Pertahanan Rusia membantah tuduhan bahwa tiga pesawat tempurnya melanggar wilayah udara Estonia pada Jumat.
NATO dan negara-negara Baltik sebelumnya menuduh Rusia melakukan pelanggaran udara selama 12 menit dan menyebutnya sebagai tindakan provokatif yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam pernyataan resmi, Rusia menjelaskan, tiga jet MiG-31 sedang melakukan penerbangan rutin dari Wilayah Karelia menuju Kaliningrad, melintasi Laut Baltik di atas perairan netral, lebih dari 3 kilometer dari Pulau Vaindloo di Estonia.
"Penerbangan itu dilakukan sesuai dengan peraturan wilayah udara internasional dan tanpa melintasi perbatasan negara lain," kata Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu.
Estonia merespons dengan meminta konsultasi darurat dengan sesama anggota NATO, yang kemudian mengaktifkan Pasal 4 perjanjian aliansi.
"Respons NATO terhadap setiap provokasi harus bersatu dan kuat. Kami menganggap penting untuk berkonsultasi dengan sekutu kami guna memastikan kesadaran situasional bersama dan menyepakati langkah bersama selanjutnya," tegas Perdana Menteri Estonia, Kristen Michal.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Polandia menuduh Rusia mengirim sedikitnya 19 drone ke wilayah udaranya pada 9 September.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Zelensky-Presiden-AS-Donald-Trump-34535345.jpg)