Sabtu, 2 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.316: Putri Anne Kunjungi Ukraina dan Ketemu Zelensky

Putri Anne dari Inggris baru-baru ini melakukan kunjungan ke Ukraina, simak peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1.316.

Tayang:
Facebook Zelensky
ZELENSKYY - Foto diunduh dari Facebook Zelensky, Sabtu (27/9/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam unggahan pada Jumat, 26 September 2025. Putri Anne dari Inggris mengunjungi Ukraina untuk menyampaikan solidaritas kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak perang dan bertemu Presiden Volodymyr Zelensky di Kyiv pada Selasa (30/9/2025), membahas dukungan berkelanjutan Inggris. 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama 1.316 hari hingga Rabu (1/10/2025).

Konflik Rusia-Ukraina tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar pada ketegangan panjang sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991.

Sejak Ukraina meraih kemerdekaan, relasinya dengan Moskow kerap diwarnai perebutan pengaruh dan saling curiga.

Situasi semakin memanas pada 2014 ketika Revolusi Euromaidan menjatuhkan pemerintahan pro-Rusia di Kyiv.

Tak lama kemudian, Rusia menganeksasi Krimea dan memberi dukungan kepada kelompok separatis di Donbas.

Puncaknya terjadi pada Februari 2022, saat Moskow melancarkan invasi besar-besaran yang mengubah konflik regional menjadi perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Terbaru, Putri Anne dari Inggris baru-baru ini melakukan kunjungan ke Ukraina untuk menyampaikan solidaritas kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak perang.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rumania, Oana Toiu, menyatakan bahwa negaranya berencana segera memproduksi drone pertahanan bersama Ukraina.

Konflik ini dipandang tidak hanya sebagai perebutan wilayah, tetapi juga pertarungan narasi, legitimasi, serta masa depan tatanan dunia.

Dunia menyaksikan bahwa akar konflik masih dalam dan jalan menuju perdamaian belum terlihat jelas.

Berikut adalah rincian lengkap peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1.316:

Rusia Alihkan Fokus Eropa dari Ukraina

Perdana Menteri Estonia, Kristen Michal, memperingatkan serangan udara Rusia baru-baru ini merupakan upaya mengalihkan perhatian Eropa dari membantu Ukraina.

Peringatan itu disampaikan menjelang pertemuan puncak dengan para pemimpin Uni Eropa.

Baca juga: Inilah Tujuan Donald Trump yang Ingin Jual Rudal Tomahawk ke Ukraina?

"Putin ingin kita berbicara tentang diri kita sendiri, bukan tentang Ukraina, bukan tentang membantu Ukraina, bukan untuk menekan Rusia di Ukraina," kata Michal kepada AFP dalam wawancara di Kopenhagen.

Uni Eropa Bahas Pertahanan di Tengah Ancaman Rusia

Para pemimpin Uni Eropa akan membahas peningkatan pertahanan dan dukungan untuk Kyiv dalam perundingan di Denmark pada Rabu dan Kamis.

Pertemuan digelar di bawah pengamanan ketat setelah penerbangan pesawat nirawak misterius mengguncang Denmark.

Insiden itu menyusul serangkaian pelanggaran wilayah udara oleh Moskow di Estonia dan Polandia.

Michal Serukan Persatuan Eropa Hadapi Rusia

Perdana Menteri Estonia, Kristen Michal berharap pertemuan di Kopenhagen mengirim pesan kuat soal persatuan dan tekad mendukung Ukraina.

Ia menegaskan Eropa tidak boleh teralihkan dari masalah utama, yaitu agresi Rusia.

Menurutnya, agresi Putin adalah "kesalahan perhitungan" karena justru mendorong Eropa lebih serius mempersenjatai diri.

"Eropa jauh lebih kuat daripada enam bulan atau satu tahun yang lalu," kata Michal.

"Eropa adalah proyek perdamaian tetapi tanpa senjata. Sekarang, Eropa akan menjadi proyek perdamaian tetapi dengan senjata," lanjutnya.

UE Dorong Gagasan 'Dinding Drone'

Salah satu prioritas KTT adalah rencana membangun "dinding drone" untuk mendeteksi dan menembak jatuh drone Rusia.

Gagasan itu pertama kali dilontarkan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bulan lalu.

Uni Eropa belum memiliki rencana detail, sehingga menimbulkan pertanyaan soal biaya dan kepraktisannya.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut gagasan itu "tepat waktu dan perlu".

UE Bahas Dana Ukraina dari Aset Rusia

KTT juga menjadi kesempatan pertama membahas proposal penggunaan aset Rusia yang dibekukan di Eropa untuk mendanai pinjaman €140 miliar bagi Ukraina.

Komisi Eropa pekan lalu mengusulkan "pinjaman reparasi" guna memperkuat upaya perang Kyiv, di tengah menyusutnya bantuan AS.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.315: Putin Klaim Rusia Menang dalam Pertempuran Adil

"Kita berada di momen di mana tindakan tegas dari pihak kita dapat mengarah pada titik balik dalam konflik ini," kata von der Leyen, dikutip dari The Guardian.

PLTN Zaporizhzhia Putus Jaringan Listrik

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, melaporkan PLTN Zaporizhzhia yang diduduki Rusia telah terputus dari jaringan listrik selama tujuh hari.

Ia memperingatkan situasi ini "kritis" dan menjadi pemadaman terlama sejak Rusia menguasai PLTN terbesar di Eropa itu.

Menurut Zelensky, penembakan Rusia menghalangi pemulihan saluran listrik yang dibutuhkan untuk mendinginkan reaktor.

"Situasinya kritis. Penembakan Rusia telah memutus PLTN dari jaringan listrik," tegasnya.

Rumania-Ukraina Bangun Produksi Drone Pertahanan

Menteri Luar Negeri Rumania, Oana Toiu, mengatakan negaranya berharap segera memproduksi drone pertahanan bersama Ukraina.

Drone itu ditujukan untuk keperluan domestik, Uni Eropa, dan NATO.

Ia menyebut perundingan sudah dimulai sebelum serangkaian pelanggaran wilayah udara oleh Rusia.

Menurut Toiu, perlindungan udara di sisi timur Eropa adalah strategi penting.

Putri Anne Kunjungi Ukraina

Putri Anne dari Inggris mengunjungi Ukraina untuk menyampaikan solidaritas kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak perang.

Ia bertemu Presiden Volodymyr Zelensky di Kyiv pada Selasa (30/9/2025), membahas dukungan berkelanjutan Inggris.

Anne juga memberi penghormatan di tugu peringatan anak-anak korban konflik dan mengunjungi pusat rehabilitasi veteran.

Kunjungan Anne menyusul lawatan keponakannya, Pangeran Harry, awal bulan ini bersama tim Invictus Games Foundation.

Baca juga: Ratusan Drone dan Rudal Rusia Serang Ukraina, Polandia Kerahkan Pesawat F-16 Sekat Wilayah Udara

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved