Blog Tribunners
Inilah Tujuan Donald Trump yang Ingin Jual Rudal Tomahawk ke Ukraina?
Wall Street Journal dan The Telegraph, melaporkan Zelensky secara khusus meminta rudal tersebut saat bertemu Presiden Trump di New York.
TRIBUNNEWS.COM - Kabar mengejutkan datang dari Washington. Pemerintah Amerika sedang mempertimbangkan menjual rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina lewat ppihak ketiga.
Pembeli potensialnya adalah negara-negara anggota NATO atau Uni Eropa, yang kemudian bersedia menyerahkannya kepada Kiev.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Presiden JD Vance kepada stasiun televisi Fox News, Minggu 28 September 2025.
Beberapa media barat, termasuk Wall Street Journal dan The Telegraph, melaporkan Zelensky secara khusus meminta rudal tersebut saat bertemu Presiden Trump di New York.
Menurut Wall Street Journal, Trump tidak menentang gagasan tersebut dan juga terbuka untuk mencabut pembatasan penggunaan senjata buatan Amerika oleh Kiev untuk serangan jauh ke wilayah Rusia.
Baca juga: Rincian Serangan AS terhadap 3 Situs Nuklir Iran dan Senjata yang Digunakan: Tomahawk hingga MOP
Baca juga: 3 Kapal Destroyer AS Dilengkapi Rudal Tomahawk Menuju Venezuela, Trump Akan Lakukan Invasi Militer?
Baca juga: Zelensky Minta Rudal Tomahawk ke AS, Benarkah Ukraina Bisa Hancurkan Moskow di Rusia?
Tetapi Trump tidak membuat komitmen khusus selama pertemuan tersebut. Presiden Trump sebelumnya menentang penjualan rudal Tomahawk kepada Ukraina.
"Kami tentu saja sedang mempertimbangkannya," kata JD Vance ketika ditanya apakah Washington mempertimbangkan menjual rudal jelajahnya ke Ukraina.
Ketika didesak lebih lanjut mengenai potensi eskalasi yang dapat terjadi setelah langkah tersebut, Vance mengatakan Trump pada akhirnya akan menentukan tindakan Washington.
Utusan khusus AS untuk Ukraina, Keith Kellogg, mengatakan keputusan belum dibuat sambil mengonfirmasi Zelensky memang meminta rudal Tomahawk kepada Trump.
Rudal-rudal tersebut memiliki jangkauan hingga 2.500 kilometer dan dapat dilengkapi dengan hulu ledak nuklir.
Perkembangan ini tentu saja memanaskan situasi di Ukraina dan Rusia, yang bisa menyeret Eropa dalam Perang Dunia Ketiga.
Peringatan Moskow
Moskow sebelumnya telah berulang kali memperingatkan pasokan senjata barat ke Kiev tidak akan mengubah situasi di garis depan.
Pasokan itu semakin banyak hanya akan semakin berisiko memicu eskalasi lebih lanjut, yang berpotensi menyebabkan konflik langsung antara Rusia dan NATO.
Pada November 2024, Presiden Vladimir Putin memperingatkan konflik di Ukraina yang diprovokasi barat telah memiliki unsur-unsur yang bersifat global.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rudal-jelajah-tomahawk-buatan-as.jpg)