Sabtu, 25 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Warga Gaza Ragukan Rencana Gencatan Senjata Trump, Harapan dan Rasa Putus Asa Bercampur

Rencana gencatan senjata Donald Trump memunculkan harapan baru di Gaza, namun warga masih diliputi rasa skeptis dan keputusasaan.

Yedioth Ahronoth
SERANGAN ISRAEL - Situasi di kawasan Shijaiyah di Jalur Gaza setelah diserang Israel pada hari Rabu, 9 April 2025. Rencana gencatan senjata Donald Trump memunculkan harapan baru di Gaza, namun warga masih diliputi rasa skeptis dan keputusasaan. 

TRIBUNNEWS.COM - Harapan rapuh menyelimuti Gaza setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Di tengah reruntuhan dan tenda-tenda pengungsian, banyak warga Palestina justru merasa ragu dan lelah berharap.

Mereka masih menunggu bukti nyata di tengah pengeboman yang belum berhenti.

Menurut laporan Al Jazeera, banyak pengungsi yang awalnya menyambut positif langkah Trump kini kembali dilanda pesimisme.

Hamas memang menyatakan setuju terhadap proposal tersebut, namun serangan udara Israel tetap berlanjut, menewaskan puluhan orang hanya sehari setelah pengumuman itu.

“Pergerakan warga dari utara ke selatan sudah mulai berkurang. Ini pertanda ada sedikit harapan,” ujar Abdel Rahman Abu Warda, 37 tahun, yang masih yakin bahwa kesepakatan damai bisa terwujud.

Tidak semua seoptimistis dirinya.

Mohammad Abu Dahrouj, justru melihat hal sebaliknya.

“Ketika Hamas menerima usulan itu, saya sempat lega. Tapi setelah serangan tetap berlanjut, saya sadar gencatan senjata ini hanya janji kosong,” kata pria berusia 44 tahun itu kepada Al Jazeera.

Sementara itu, Sanaa al-Abed, seorang ibu tujuh anak yang telah mengungsi selama lebih dari setahun, mengaku sudah berhenti mengikuti berita.

“Saya pikir gencatan senjata sudah dimulai. Tapi ketika bom masih terdengar, saya sadar itu hanya ilusi,” ujarnya sambil menunjukkan tenda darurat tempat ia tinggal.

Sejumlah warga juga menyoroti isi proposal Trump yang berisi 20 poin, termasuk pelucutan senjata Hamas dan masuknya pasukan internasional untuk mengatur Gaza.

Baca juga: Trump Optimistis Soal Gaza, Hari Pertama Perundingan Israel-Hamas di Mesir Berakhir Positif

“Ini bukan perdamaian, tapi bentuk pendudukan baru,” ujar Abu Dahrouj.

BBC melaporkan bahwa sebagian warga Gaza khawatir rencana tersebut hanya menguntungkan Israel, terutama karena pasukan negara itu terus menggempur wilayah selatan meski kesepakatan tengah dibahas.

“Bagaimana kami bisa percaya komitmen Israel kalau mereka terus berperang?” kata Suleiman Bakhit, (72).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved