Minggu, 12 April 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Perang Iran Belum Tuntas, Amerika Berupaya Menggulingkan Presiden Kuba

AS juga menyiratkan, setelah Miguel Díaz-Canel digulingkan, keputusan mengenai langkah selanjutnya akan dibuat oleh rakyat Kuba sendiri.

Al Mayadeen
Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel. 

Perang Iran Belum Tuntas, Amerika Berupaya Menggulingkan Presiden Kuba

TRIBUNNEWS.COM - Surat kabar The New York Times di Amerika Serikat (AS), mengutip para narasumbernya, melaporkan kalau Pemerintah AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya untuk menggulingkan Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel.

Niat AS ini, kata laporan, hendak dilakukan tanpa harus mengubah sistem politik di Kuba.

Baca juga: Maduro Pilih Paspampres dari Kuba: 32 Personel Angkatan Darat dan Intelijen Diberi Pemakaman Resmi

"Sumber-sumber tersebut mengatakan kalau Amerika telah memberi isyarat kepada para negosiator Kuba bahwa Presiden Díaz-Canel harus mundur," tulis laporan itu, dikutip dari Khbrn, Selasa (17/3/2026).

AS juga menyiratkan, setelah Miguel Díaz-Canel digulingkan, keputusan mengenai langkah selanjutnya akan dibuat oleh rakyat Kuba sendiri.

Narasumber laporan itu menambahkan bahwa Washington tidak akan bersikeras mengambil tindakan apa pun terhadap keluarga Castro, dinasti politik yang mendominasi pemerintahan Kuba selama lebih dari enam dekade yang anti-Amerika.

"Pun, Amerika menegaskan bahwa kesepakatan apa pun tidak mungkin terjadi selama Díaz-Canel masih menjabat," kata laporan itu.

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel (di tengah, mengenakan kemeja putih dan mengenakan syal keffiyeh) memimpin unjuk rasa Pro-Palestina di Havana pada Senin (14/10/2024)
Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel (di tengah, mengenakan kemeja putih dan mengenakan syal keffiyeh) memimpin unjuk rasa Pro-Palestina di Havana pada Senin (14/10/2024) (YAMIL LAGE / AFP)

Eksekusi Kuba Setelah Operasi Militer di Iran

Sebuah sumber mengatakan kepada surat kabar tersebut kalau para pejabat di pemerintahan Presiden AS Donald Trump percaya bahwa penggulingan presiden Kuba akan memungkinkan perubahan ekonomi struktural di negara tersebut yang mungkin tidak didukung oleh Díaz-Canel.

Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan ancaman terhadap Kuba, mengindikasikan kalau  Amerika Serikat mungkin akan mengambil tindakan terhadapnya setelah operasi di Iran selesai.

Trump mengatakan pada hari Senin bahwa dia bisa mengambil alih Kuba "dengan satu atau lain cara".

Di sisi lain, Trump menghadapi persoalan penentangan dari Kongres AS mengenai manuver militer di berbagai negara.

Perang di Iran, memasuki pekan ketiga, belum selesai dan tujuan AS mengganti rezim yang berkuasa di Teheran, belum juga menampakkan hasilnya.

Baca juga: Tujuan Perang Lawan Iran Tak Jelas, Petinggi Intelijen AS Pilih Mundur: Trump Dikibuli Israel

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved