Intelijen AS Soroti Pernyataan PM Jepang soal Taiwan, Disebut Perubahan Besar
Intelijen AS sebut pernyataan PM Jepang soal Taiwan sebagai perubahan besar. China belum rencanakan invasi, tapi ketegangan tetap tinggi
Ringkasan Berita:
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG — Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (ODNI) menilai pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi terkait kemungkinan krisis Taiwan sebagai “perubahan besar” dalam kebijakan keamanan Jepang.
Penilaian tersebut disampaikan dalam laporan tahunan ancaman global yang dirilis pada 18 Maret 2026 oleh badan intelijen AS tersebut.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa pernyataan Perdana Menteri Takaichi di parlemen mengenai kemungkinan konflik Taiwan yang dapat masuk kategori “situasi ancaman terhadap kelangsungan negara” (存立危機事態) memiliki “bobot besar dalam sistem kebijakan Jepang.”
Bahkan, laporan tersebut menegaskan bahwa, "Pernyataan tersebut merupakan “indikasi perubahan besar” dari seorang perdana menteri Jepang yang sedang menjabat."
Baca juga: Langka, Perampokan Rp43 Miliar di Jepang, Pelaku Ternyata Gabungan 3 Kelompok Yakuza
Kekhawatiran China
Laporan intelijen AS juga menganalisis bahwa China kemungkinan mengkhawatirkan pernyataan Jepang tersebut.
Demikian pula menilai hal itu bisa mendorong gerakan kemerdekaan Taiwan
Namun demikian, Perdana Menteri Jepang menegaskan bahwa Pernyataan tersebut tidak mengubah posisi resmi pemerintah Jepang yang selama ini dipegang.
Dalam laporan yang sama, intelijen AS juga memberikan penilaian penting terkait China bahwa tdak ada rencana invasi Taiwan hingga tahun 2027.
Tidak memiliki timeline spesifik untuk penyatuan Taiwan dan menyadari bahwa ada kemungkinan invasi amfibi ke Taiwan sebagai hal yang sulit dilakukan.
Selain itu juga berisiko tinggi gagal, terutama jika Amerika Serikat ikut campur tangan.
Ketegangan Kawasan Tetap Tinggi
Meski tidak ada rencana invasi dalam waktu dekat, laporan tersebut menegaskan bahwa akan tetap ada ketegangan di Selat Taiwan tetap menjadi perhatian utama
Sikap negara-negara seperti Jepang akan sangat berpengaruh terhadap stabilitas kawasan.
Laporan intelijen AS menilai pernyataan PM Jepang soal Taiwan sebagai pergeseran penting
"China disebut belum memiliki rencana konkret invasi namun risiko konflik tetap ada, terutama jika situasi geopolitik memburuk," papar sumber Tribunnews.com di pemerintahan Jepang Kamis (19/3/2026).
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PM-Jepang-Sanae-Takaichi1111.jpg)