Sabtu, 16 Mei 2026

RI-Mesir Kerjasama Bidang Peternakan dan Green Industry, Perusahaan dan Kampus Dilibatkan

Program Indonesia–Middle East and North Africa (MENA) Expert Exchange 2025 di Mesir dihelat.

Tayang:
Penulis: willy Widianto
Editor: Wahyu Aji
HandOut/IST
KERJASAMA DENGAN MESIR - Program Indonesia–Middle East and North Africa (MENA) Expert Exchange 2025 di Mesir dihelat. Agenda tersebut digelar guna mendorong pengembangan praktik peternakan yang berkelanjutan dan pengelolaan susu segar berkualitas yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan pendapatan para peternak khususnya di skala mikro, kecil atau menengah secara nasional. 

Ringkasan Berita:
  • Kolaborasi Indonesia–Mesir untuk Ketahanan Pangan. Program ini memperkuat hubungan bilateral melalui pertukaran pengetahuan.
  • Kunjungan Delegasi ke Institusi Strategis Delegasi Indonesia yang terdiri dari pemerintah, akademisi, organisasi keagamaan, dan swasta.
  • Peluang Riset dan Pengembangan Talenta Muslim. Selain memperkaya wawasan akademik di bidang pangan dan industri hijau, program ini membuka peluang kerja sama dalam riset.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Indonesia–Middle East and North Africa (MENA) Expert Exchange 2025 di Mesir dihelat.

Agenda tersebut digelar guna mendorong pengembangan praktik peternakan yang berkelanjutan dan pengelolaan susu segar berkualitas yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan pendapatan para peternak khususnya di skala mikro, kecil atau menengah secara nasional.

Program tersebut juga menjadi wadah penting bagi pertukaran pengetahuan lintas negara, khususnya mengenai good dairy farming practices, inovasi pangan, dan pemberdayaan peternak.

Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf mengatakan kolaborasi tersebut mencerminkan eratnya hubungan Indonesia–Mesir serta membuka ruang kerjasama di bidang pangan, pendidikan, dan ekonomi.

"Program ini juga dapat memperkuat peran kedua negara dalam menghadapi tantangan global termasuk ketahanan pangan," ujar Lutfi dalam pernyataannya, Rabu(15/10/2025).

Rangkaian kegiatan tersebut lanjut Lutfi berlangsung pada 21–27 September 2025 serta melibatkan kunjungan ke sejumlah institusi strategis, diantaranya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Agricultural Research Center (ARC), Egyptian Food Bank (EFB), Danone Egypt’s Dairy Farm, serta Peternakan Sapi Perah Rakyat Skala Menengah dan Perusahaan Pakan Al Watania.

Secara khusus, delegasi juga mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Menteri Wakaf Mesir, Prof. Dr. Osama Al-Azhari, serta Wakil Grand Syekh Al Azhar, Mohammed Abdel Rahman Ad Duweisy.

Delegasi Indonesia terdiri atas perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi keagamaan, serta sektor swasta. Turut hadir Rektor UNU Yogyakarta Widya Priyahita Pudjibudojo, Ketua PBNU KH. Ulil Abshar Abdalla, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Kementerian Pertanian (Kementan) Harry Suhada, anggota Dewan Pakar Bidang Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Prof Ikeu Tanzia, Guru Besar Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Ahmad Syafiq, Head of Public Affairs and Sustainability Danone Indonesia Ratih Anggraeni, serta Public Affairs and Sustainability Senior Manager Danone Indonesia Firman Kusuma.

Dalam kunjungan delegasi mempelajari beragam praktik unggulan seperti inovasi riset efisiensi air dan smart farming di ARC; model protection, prevention, empowerment, dan elevation dari Egyptian Food Bank; praktik good dairy farming dan inovasi pakan di Danone Egypt Dairy Farm di Nubareya sistem produksi dan distribusi pangan terintegrasi di Al Watania.

Rektor UNU Yogyakarta, Widya Priyahita Pudjibudojo menjelaskan agenda di Mesir tersebut tidak hanya memperkaya wawasan akademik dalam bidang pangan dan green industry, tetapi juga membuka peluang kerjasama di bidang riset, pengembangan kajian Islam serta talenta muslim.

"Kami berharap kolaborasi lintas sektor yang terjadi melalui program ini dapat memberi manfaat jangka panjang bagi Indonesia," ujarnya.

Head of Public Affairs and Sustainability Danone Indonesia, Ratih Anggraeni menyampaikan bagi pihaknya sektor peternakan sapi perah menuju Indonesia berketahanan pangan merupakan fokus utama.

"Untuk itu, dalam Program Indonesia-MENA Expert Exchange 2025 di Mesir kali ini, kami memperkuat komitmen untuk mendorong pengembangan praktik peternakan yang berkelanjutan dan pengelolaan susu segar berkualitas, yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan pendapatan para peternak khususnya di skala mikro, kecil atau menengah secara nasional," ujar Ratih.

Ratih menjelaskan melalui pertemuan dengan berbagai institusi dan kunjungan lapangan, pihaknya berharap untuk mempelajari dan selanjutnya memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Indonesia untuk mengadopsi praktik-praktik terbaik dan inovasi yang sudah dilakukan di Mesir.

Baca juga: Penjelasan Menlu Sugiono Soal Obrolan Prabowo dan Presiden AS di Mesir, Mau Ketemu Eric Trump?

"Sehingga ketersediaan, akses, pemanfaatan dan stabilitas pangan dapat terjaga, seiring dengan upaya peningkatan nutrisi pada generasi masa depan Indonesia,"ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved