Wabah Hantavirus
Bisakah Hantavirus Jadi Pandemi? Epidemiolog Jelaskan Penularannya Berbeda dengan Covid-19
Hantavirus sedang disorot. Apakah virus Hanta bisa berubah menjadi pandemi seperti Covid-19?
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- 23 kasus Hantavirus dan tiga kematian di sembilan provinsi di Indonesia.
- Apakah virus Hanta bisa berubah menjadi pandemi seperti Covid-19?
- Hantavirus memiliki karakter penularan yang sangat berbeda dibanding virus corona penyebab Covid-19.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI melaporkan sedikitnya 23 kasus Hantavirus dan tiga kematian di sembilan provinsi dalam 2 tahun terakhir.
Kasus tersebut ditemukan di DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, NTT, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, hingga Kalimantan Barat.
Baca juga: Hantavirus Menyebar ke Indonesia, Dua Tahun Terakhir Ditemukan 23 Kasus dan 3 Kematian
Munculnya kasus ini membuat sebagian masyarakat mulai khawatir dan mempertanyakan satu hal, apakah virus Hanta bisa berubah menjadi pandemi seperti Covid-19?
Dokter epidemiolog sekaligus ahli kesehatan masyarakat dan lingkungan dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan masyarakat memang perlu waspada, tetapi tidak perlu panik berlebihan.
Menurutnya, hingga saat ini Hantavirus memiliki karakter penularan yang sangat berbeda dibanding virus corona penyebab Covid-19.
“Data ilmiah sampai saat ini hantavirus itu sangat kecil kemungkinan jadi pandemi seperti COVID-19,” ujar Dicky saya dihubungi Tribunnews, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, reservoir utama virus ini adalah hewan pengerat seperti tikus liar, bukan manusia.
Karena itu, pola penyebarannya juga berbeda jauh dengan virus respirasi seperti SARS-CoV-2 atau influenza yang mudah menular antar manusia.
“Penularan manusia ke manusia sangat terbatas juga tidak punya efisiensi transmisi setinggi virus respiratori seperti SARS-CoV-2 atau influensa,” lanjutnya.
Virus Hanta Menular dari Lingkungan yang Terkontaminasi Tikus
Dicky menjelaskan, Hantavirus merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari hewan.
Virus ini paling sering menyebar melalui partikel kecil di udara yang berasal dari urin, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi.
“Nah penularan ke manusia itu paling sering terjadi melalui manusia ini menghirup aerosol dari urin, feses atau air liur tikus yang sakit,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hantavirus-pulmonary-syndrome-hps-disebarkan-oleh-tikus.jpg)