Senin, 18 Mei 2026

Henley Passport Index Terbaru Dirilis, Kekuatan Paspor Singapura Masih Nomor 1, AS Keluar 10 Besar

Penurunan drastis dalam peringkat ini juga memicu keinginan warga AS untuk memiliki kewarganegaraan ganda.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
usimmigrationapplication.org
ILUSTRASI PASPOR AMERIKA - Ilustrasi paspor Amerika Serikat (AS) dari usimmigrationapplication.org yang diunduh pada Kamis (16/10/2025).Singapura kembali mempertahankan posisi teratas sebagai paspor paling berpengaruh di dunia untuk tahun kedua kalinya pada daftar terbaru Henley Passport Index 2025 yang dirilis pada Selasa (14/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Singapura kembali jadi paspor terkuat dunia tahun 2025 dengan akses bebas visa ke 193 negara, disusul Korea Selatan dan Jepang.
  • Indonesia masih berkutat di posisi ke-70, setara dengan Eswatini dan Maroko
  • Paspor Amerika Serikat turun ke peringkat ke-12, posisi terendah dalam sejarah, hal ini diduga terjadi akibat kebijakan imigrasi ketat dari Donald Trump

TRIBUNNEWS.COM - Singapura kembali mempertahankan posisi teratas sebagai paspor paling berpengaruh di dunia untuk tahun kedua kalinya pada daftar terbaru Henley Passport Index 2025 yang dirilis pada Selasa (14/10/2025).

Henley Passport Index merupakan lembaga yang membuat peringkat untuk mengukur jumlah negara yang dapat dikunjungi tanpa memerlukan visa.

Tiap tahunnya, Henley & Partners, firma konsultan berbasis di London yang berspesialisasi dalam konsultasi kewarganegaraan dan tempat tinggal, telah menyusun peringkat ini selama sekitar 20 tahun menggunakan data dari Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA).

Pada rilis peringkat tahun ini, fenomena menyedihkan menimpa para pemegang paspor Amerika Serikat (AS).

Hal ini terjadi lantaran kekuatan paspor AS justru menurun ke titik terendah sepanjang sejarah yakni di peringkat ke-12.

Secara global, paspor AS yang berada di peringkat ke-12 ini memiliki posisi tawar yang sama dengan Malaysia.

Keluarnya AS dari 10 besar paspor paling berpengaruh di dunia untuk pertama kalinya dalam dua dekade ini juga menandai hilangnya status signifikan bagi negara dengan kekuatan global tersebut.

Tahun lalu, AS masih berada di peringkat ketujuh, sebelum turun ke peringkat kesepuluh pada Juli tahun ini.

Sepuluh tahun lalu, AS berada di puncak daftar.

"Penurunan kekuatan paspor AS selama dekade terakhir bukan hanya sekadar penyusunan ulang peringkat, melainkan menandai perubahan mendasar dalam dinamika mobilitas global dan kekuatan lunak," ujar Christian H. Kaelin, Ketua Henley & Partners sekaligus pencipta indeks tersebut, dalam siaran pers.

"Negara-negara yang menganut keterbukaan dan kerja sama maju pesat, sementara yang bersandar pada hak istimewa masa lalu tertinggal."

Baca juga: Mahfud MD Menilai Pencabutan Paspor Riza Chalid dan Jurist Tan Justru Persulit Penangkapan

Saat ini, negara-negara Asia masih mendominasi peringkat teratas. 

Singapura memimpin dengan akses bebas visa ke 193 tujuan, diikuti Korea Selatan dengan 190, dan Jepang dengan 189.

Sementara itu, Indonesia masih berada di peringkat ke-70 setara dengan Eswatini dan Maroko

Adapun penurunan peringkat AS ini bertepatan dengan kebijakan imigrasi dan perjalanan yang lebih ketat di bawah pemerintahan Trump, yang awalnya menargetkan migrasi tanpa izin tetapi kemudian meluas ke pengetatan kebijakan yang lebih ketat terhadap pariwisata, pekerja asing, dan mahasiswa internasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved