5 Populer Internasional: Serangan Besar-besaran Rusia ke Ukraina - Viral Pasangan Mirip di China
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya serangan besar-besaran Rusia ke Ukraina hingga pasangan mirip viral di China.
Suasana duka dan kemarahan menyelimuti Gaza setelah Israel menyerahkan puluhan jenazah tahanan Palestina dalam kondisi mengenaskan.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza, mengonfirmasi telah menerima 45 jenazah warga Palestina tambahan dari Israel, menjadikan total 90 jenazah yang telah dikembalikan untuk dimakamkan di Gaza sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku.
Namun Tim forensik di Gaza melaporkan bahwa sebagian besar jenazah menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, ditemukan hangus, rusak berat, bahkan ada yang tangan dan kakinya masih terikat.
Tak hanya itu tanda-tanda kekerasan fisik yang ditemukan antara lain adanya luka lebam di wajah dan tubuh bagian atas, patah tulang pada tangan dan kaki, serta bekas ikatan di pergelangan tangan dan pergelangan kaki, yang memprihatinkan, beberapa jenazah bahkan kehilangan gigi dan jari.
“Beberapa jenazah tiba dalam keadaan terikat, dengan tanda-tanda penganiayaan fisik,” kata Sameh Hamad, anggota tim forensik Rumah Sakit Nasser, Khan Younis.
“Ada yang lehernya terlilit tali, ada pula yang tubuhnya terbakar hingga sulit dikenali,” imbuhnya.
Indikasi Pelanggaran Humaniter Internasional
Hamad menambahkan bahwa sebagian besar korban adalah laki-laki berusia 25 hingga 70 tahun, dan beberapa di antaranya mengenakan pakaian sipil.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa sebagian dari mereka bukan kombatan, melainkan warga sipil yang ditahan selama operasi militer Israel di Gaza.
Lembaga kemanusiaan setempat menyebut kondisi ini sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa yang melindungi tawanan perang dan warga sipil dari perlakuan kejam atau tidak manusiawi.
“Temuan forensik ini menjadi bukti nyata bahwa perlakuan terhadap tahanan Palestina telah melampaui batas kemanusiaan,” kata seorang juru bicara Palang Merah di Gaza, sebagaimana dikutip dari PBS.
3. Kemlu RI Upayakan Pemulangan 7 ABK WNI Terlantar di Perairan Myanmar Imbas Kapal Dilarang Bersandar
Baca juga: Persahabatan Abadi Pauk-Phaw di Usia 75 Tahun: Posisi Myanmar dalam Strategi Regional Tiongkok
Sebanyak 7 warga negara Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) MT Shi Xing terombang - ambing di perairan Myanmar imbas larangan kapal untuk bersandar oleh otoritas setempat karena masalah perizinan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia melalui KBRI Yangon telah menyampaikan nota diplomatik kepada Kemlu Negara Myanmar.
Nota diplomatik itu berisi permintaan izin agar 7 WNI di atas kapal MT Shi Xing bisa melakukan sign off atau proses mengakhiri masa kontrak di kapal dan pencatatan buku pelaut, untuk kemudian dipulangkan ke Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERITA-POPULER-INTERNASIONAL-18okt25.jpg)