5 Populer Internasional: Serangan Besar-besaran Rusia ke Ukraina - Viral Pasangan Mirip di China
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya serangan besar-besaran Rusia ke Ukraina hingga pasangan mirip viral di China.
Permintaan izin sign off ini karena salah satu ABK WNI tengah mengalami sakit kritis, akibat ketidakpastian selama 3 bulan terakhir.
"KBRI juga tengah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan Myanmar dan bertemu langsung dengan agen kapal setempat untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Kemlu RI dalam keterangan resminya, Kamis (16/10/2025).
Di sisi lain, pemilik kapal juga menyetujui pemberian hak-hak dari ABK WNI seperti pembayaran gaji, biaya logistik dan biaya pemulangan.
Kemlu RI bersama Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memastikan aspek teknis keselamatan pelayaran dan penggantian kru yang menjadi syarat keluarnya ABK dari kapal.
Pada 15 Oktober 2025, telah dilangsungkan pertemuan antara agensi dan pemilik kapal untuk memastikan hak-hak para ABK terpenuhi.
KBRI Yangon mengupayakan dapat naik ke atas kapal untuk memberikan bantuan logistik sementara seraya membawa tenaga kesehatan. Namun sampai saat ini izin tersebut masih belum diberikan.
"Namun hingga saat ini masih menunggu turunnya izin dari otoritas Myanmar," katanya.
KBRI memprioritaskan pendistribusian kebutuhan obat - obatan bagi ABK yang sakit.
4. Houthi Kibarkan Bendera Perang, Siap Balas Serangan Israel Usai Komandan Senior Tewas Dirudal IDF
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan kematian salah satu tokoh militernya yang paling berpengaruh, Muhammad Abd al-Karim al-Ghamari.
Menurut pernyataan resmi yang dirilis Al Jazeera, Komandan Houthi gugur akibat serangan udara Israel saat menjalankan tugasnya di wilayah Hodeidah, Yaman barat, pada Kamis (16/10/2025).
Sumber militer Yaman menyebut ledakan yang menewaskan al-Ghamari cukup dahsyat, menimbulkan kobaran api besar dan menghancurkan bangunan di sekitar lokasi.
Adapun kematian Al-Ghamari terjadi enam hari setelah dimulainya gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, yang ditengahi oleh Amerika Serikat.
Meskipun gencatan senjata itu menghentikan dua tahun perang berdarah di Gaza yang telah menewaskan hampir 68.000 warga Palestina, namun serangan lintas batas masih terus terjadi di kawasan lain, termasuk dari Yaman.
Sebelum tewas, beberapa sumber di Yaman menyebutkan bahwa al-Ghamari terluka parah dalam serangan bulan Agustus dan menjalani perawatan di lokasi yang dirahasiakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERITA-POPULER-INTERNASIONAL-18okt25.jpg)