Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

42 Orang Tewas di Gaza, Israel-Hamas Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata

Setidaknya 42 orang tewas dalam penembakan oleh Israel di Gaza. Israel dan Hamas saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Tayang:
Facebook GPO
PIDATO BENJAMIN NETANYAHU - Foto yang diambil dari Facebook GPO, Kamis (2/10/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Israel setelah kembali dari kunjungannya ke Amerika Serikat pada Rabu (1/10/2025). --- Pada 19 Oktober 2025, Israel meluncurkan serangan ke Jalur Gaza, mengklaim itu sebagai balasan terhadap peluncuran roket yang menewaskan 2 tentaranya. 

Ringkasan Berita:
  • Serangan Israel menewaskan 42 orang di Jalur Gaza selama gencatan senjata berlaku.
  • Militer Israel berdalih serangan itu menargetkan kelompok Palestina dan balasan atas peluncuran rudal anti-tank terhadap kendaraan militer Israel, Hamas menolak tuduhan Israel.
  • Perdana Menteri Israel Netanyahu mendesak Hamas untuk mematuhi kesepakatan dan mengancam akan tetap menutup penyeberangan Rafah.

TRIBUNNEWS.COM - Serangan Israel menewaskan 40 warga Palestina di tengah berlangsungnya gencatan senjata di Jalur Gaza, Minggu (19/10/2025).

Dua orang tambahan dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit setelah dievakuasi akibat tembakan tentara Israel di wilayah lainnya di Jalur Gaza.

Militer Israel mengklaim serangan itu menargetkan infrastruktur kelompok perlawanan Palestina yang dituduh meluncurkan rudal antitank dan senapan mesin ke kendaraan teknik militer Israel dan menewaskan dua tentaranya.

Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) membantah tuduhan Israel dan menegaskan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mematuhi perjanjian gencatan senjata dan berupaya melaksanakan ketentuan-ketentuannya dengan tanggung jawab yang maksimal.

"Israel terus melakukan pelanggaran terhadap perjanjian tersebut, yang telah mengakibatkan kematian dan cedera puluhan orang sejak perjanjian tersebut mulai berlaku pada 10 Oktober," kata Hamas dalam pernyataannya, lapor Al Jazeera.

Setelah militer Israel meluncurkan serangan pada Minggu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memimpin rapat keamanan darurat untuk membahas perkembangan di Jalur Gaza.

Media Israel melaporkan pertemuan yang diadakan Minggu malam, dihadiri oleh Menteri Pertahanan Yisrael Katz, Menteri Urusan Strategis Ron Dermer, dan para pemimpin senior lembaga keamanan.

Sekitar pukul 18.20 waktu setempat, militer Israel mengumumkan kembalinya gencatan senjata, sesuai dengan arahan dari pimpinan politik, dan mengancam akan "menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran".

Penyeberangan Rafah Masih Ditutup

Laporan pers Israel dan Amerika menunjukkan pemerintah Netanyahu membatalkan keputusan yang dibuatnya hari ini untuk menutup semua penyeberangan Jalur Gaza setelah mendapat tekanan Amerika.

Namun, penyeberangan Rafah-Mesir tetap ditutup dan Israel menekankan jalur tersebut akan kembali dibuka setelah Hamas menghentikan pengeboman di Jalur Gaza.

Baca juga:  Dituduh AS Serang Warga Sipil Gaza, Hamas Malah Tuding Israel Persenjatai Geng Kriminal

"Kami membuat keputusan hari ini untuk menutup penyeberangan ke Gaza dan menghentikan bantuan, tetapi kemudian kami membatalkan keputusan tersebut," kata seorang pejabat Israel kepada ABC News, Minggu.

Pejabat itu menambahkan penyeberangan Rafah akan tetap ditutup hingga jenazah para tahanan Israel yang tewas di Gaza segera dipulangkan.

Surat kabar Israel Hayom melaporkan setelah penilaian situasi, diputuskan untuk melanjutkan masuknya bantuan ke Gaza pada hari Senin (20/10/2025). 

"Truk-truk bantuan kemanusiaan akan kembali masuk setelah serangan bom berakhir,” kata Kantor Perdana Menteri Israel.

Sebelumnya, masuknya bantuan ke Jalur Gaza dihentikan sementara karena serangan Israel di berbagai wilayah.

Pertahankan Gencatan Senjata, Utusan AS akan ke Israel

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved